Sabtu, 20 Okt 2018 12:00 WIB

90 Persen Kanker Payudara Dipicu Gaya Hidup, Dua Hal Ini Jadi 'Pelakunya'

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: iStock Foto: iStock
Topik Hangat Bulan Kanker Payudara
Jakarta - Kanker kini menjadi penyakit primadona akibat angkanya yang meningkat tiap tahunnya. Tak lagi soal riwayat genetik, penyakit tak menular ini justru lebih dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat, sekitar 90 persen.

Faktor gaya hidup yang dimaksud adalah seperti merokok dan makan dengan porsi yang berlebihan hingga mengakibatkan obesitas. Inilah yang tidak disarankan, mengingat obesitas juga bisa memicu berbagai penyakit.

Menurut Prof dr Aru Sudoyo, SpPD-KHOM, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, karbohidrat dan gula menjadi 'pelaku utama' dari hampir semua jenis kanker, termasuk kanker payudara. Di zaman modern ini, dua zat tersebut bukan lah hal yang tidak lazim ditemui, bahkan mungkin selalu ada dalam makanan kita setiap harinya.

"Apapun yang berlebihan, termasuk uang ya, memang bisa bikin penyakit, haha. Begini, dalam 30 tahun terakhir pola menu kita itu mengikuti Amerika. Pola itu ternyata tidak menurunkan malah menaikkan angka diabetes dan jantung," katanya kepada detikHealth, baru-baru ini.


Konsumsi kalori yang berlebihan dalam bentuk karbohidrat dan gula, ditambah dengan kurangnya olahraga rupanya dapat membuat penumpukan lemak di tubuh. Gula akan menjadi lemak apabila tidak dibakar melalui olahraga yang teratur.

"(Tapi) kalau karbohidratnya banyak terus kamu narik becak atau kerja di sawah, ya nggak apa-apa. Penumpukan lemak ini akan menyebabkan gangguan pada fungsi insulin. Karena karbonya banyak, insulinnya tuh dipaksa terus, ada faktor-faktor pertumbuhannya yang dipicu, dia juga memicu sel kanker," imbuh dia.

dr Aru menyarankan untuk sebisa mungkin mengurangi atau menghindari konsumsi karbohidrat dan gula yang berlebihan. Bahkan ia menyebut tak perlu takut mengonsumsi lemak, asal jangan terlalu banyak.

"Fat is good. Lemak kadang (dianggap) esktrem (menyebabkan penyakit) ya, tapi masih boleh-boleh saja dikonsumsi asal tidak kebanyakan. Dan ingat, imbangi dengan olahraga yang rutin," tandasnya.

(frp/ask)
Topik Hangat Bulan Kanker Payudara
News Feed