Rabu, 31 Okt 2018 12:15 WIB

Tak Cuma Beri Semangat, RS Ini Juga Nikahkan Pasien Kanker!

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: Fuda Cancer Hospital Guangzhou
Jakarta - Dukungan baik secara mental, moril dan spiritual merupakan hal utama penunjang hidup para pasien kanker. Seperti di Fuda Cancer Hospital Guangzhou, China punya beberapa layanan unik untuk hal tersebut. Misal, sebuah support group yang terdiri dari beberapa orang dari seluruh dunia yang tinggal baik di China maupun di Guangzhou, khusus untuk mengunjungi pasien di Fuda dan memberi mereka dukungan yang mereka butuhkan.

"Sebenarnya kami bukan grup, mungkin sekumpulan relawan yang memiliki tujuan dan motivasi yang sama. Pada dasarnya, kami datang berkunjung langsung ke kamar pasien, baik diundang maupun tidak. Kami memberikan dukungan, waktu untuk berbagi, karena bagi para pasien sendiri melewati pengobatan saja sudah melelahkan, saat-saat yang menyakitkan, baik secara emosional dan spiritual juga," kata Steve, yang berasal dari Amerika Serikat, saat diwawancarai detikHealth, baru-baru ini.

Steve dan kawan-kawan dari berbagai negara dan etnis saat berdoa bagi pasien kanker.Steve dan kawan-kawan dari berbagai negara dan etnis saat berdoa bagi pasien kanker. Foto: Fuda Cancer Hospital Guangzhou


Selain Steve, ada beberapa anggota lain dari Ukraina dan Afrika Selatan, menjadikan mereka support group yang multi-etnis. Sehingga mereka juga dapat membantu para pasien dari berbagai belahan dunia saat mereka terkendala dalam bahasa ataupun kebiasaan. "Ada sekitar 20 orang tiap harinya secara rutin datang ke rumah sakit, biasanya di hari Selasa dan Kamis, kadang ada anak-anak juga," imbuh Steve lagi.


Shi Jian, CEO dari Fuda Cancer Hospital Guangzhou, menyatakan bahwa karena banyaknya pasien dari berbagai macam negara, dengan beragam etnis, suku, ras dan agama, pihak rumah sakit berusaha memudahkan mereka. Misal dengan memberikan layanan-layanan unik seperti di atas, atau misal dengan adanya ruang berdoa bagi pasien beragama Islam, Buddha dan Kristen.

"Jadi hal-hal seperti itu kita usahakan untuk selalu ada peningkatan atau sesuatu yang lain dari rumah sakit lain. Kita selalu memberikan hal-hal yang dibutuhkan oleh pasien itu sendiri, misalnya pasien ulang tahun atau ingin melamar kekasihnya pada saat di rumah sakit. Jika ada permintaan khusus dan bisa membuat pasien itu surprise, pihak suster atau rumah sakit akan berusaha memenuhi keinginan dan permintaan seperti itu," tuturnya.

Mengidap kanker stadium akhir tak halangi impian Tatyana dan Andrew menikah.Mengidap kanker stadium akhir tak halangi impian Tatyana dan Andrew menikah. Foto: Fuda Cancer Hospital Guangzhou


Bentuk layanan unik lainnya adalah seperti yang dialami Tatyana, gadis yang berasal dari Vladivostok, Rusia berencana ingin menikahi kekasihnya, Andrew. Namun sebelum keinginan tersebut terkabul, Tatyana terdiagnosis mengidap kanker ovarium stadium akhir yang telah menyebar ke abdomen.


Pada 29 Maret 2015, seluruh staf, dokter, perawat bersepakat mengadakan pernikahan untuk mereka berdua di rumah sakit, yang didatangi oleh para staf dan beberapa kawan asal Rusia yang tinggal di Guangzhou. Kisah mereka menginspirasi dan menjadi sensasi baik di Guangzhou mauppun di seluruh China.

Atau mengadakan 'hari spesial' bagi seorang pasien kanker anak berusia 6 tahun yang takut untuk menjalani pengobatan. Ketakutannya membuat ia menolak segala pemeriksaan dan pengobatan yang akan dilakukan, mulai dari mencabut paksa selang infus sampai menendang semua perawat dan dokter yang hendak memeriksanya. Padahal kondisinya memaksa untuk segera dilakukan tindakan.

Senyum ceria sang pasien mungil saat didandani bak pramugari.Senyum ceria sang pasien mungil saat didandani bak pramugari. Foto: Fuda Cancer Hospital Guangzhou

Pihak rumah sakit mendatangkan beberapa pramugari dari maskapai China Southern Airlines, lengkap dengan pakaian dinas mereka. "Ini adalah hari spesial untuk kamu. Mulai hari ini kamu adalah bagian dari pramugari China Southern Airlines," ucap salah satu pramugari yang disambut dengan pelukan hangat dari pasien mungil tersebut.

Sang anak diberi topi serta scarf yang telah disiapkan khusus baginya. Salah satu pramugari memberitahunya bahwa ia bisa 'bertugas' namun dengan syarat mau menjalani pengobatan bersama dokter dan perawat di rumah sakit. Yang diikuti langsung dengan anggukan antusias sang anak.





Tonton juga 'Cryosurgery, Pilihan Warga RI Saat Obati Kanker ke Guangzhou':

[Gambas:Video 20detik]

(frp/up)