"Saya disuruh membikinkan kopi dengan lancang menyuruh saya," tutur pelanggan tersebut di Instagram Story.
Untuk sebagian orang mungkin hal itu merupakan candaan. Namun, sebagian lainnya merasa candaan itu keterlaluan jika dilakukan pada orang yang bahkan tidak saling kenal. Tapi bagaimanapun, melampiaskan kekesalan lewat jalan kekerasan memang sebaiknya dihindari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fokus sama apa yang menjadi tujuan saja. Kalau tujuan komunikasi sama orang tersebut adalah untuk transaksi jasa dan orang itu tidak kompeten maka cari penyedia jasa (orang) yang lain. Sehingga tidak terjebak dalam emosi yang berlarut yang bisa membuat tujuan awal sesungguhnya tidak tercapai," jelasnya melalui pesan singkat, Jumat (2/11/2018).
Terjebak dalam emosi yang berlarut bisa timbul pada perkataan bahkan perilaku. Misalnya, berbicara kasar, merendahkan, dan mencela orang lain. Parahnya lagi jika emosi membuat kita menjadi kasar fisik, itu benar-benar dihindari.
Jika bercanda sudah keterlaluan yang mengandung unsur melecehkan dan merendahkan, Vero meganjurkan lebih baik menggunakan jalur formal daripada terpancing emosi.
"Gunakan jalur resmi (formal), berdasar hukum dan aturan untuk menindaklanjuti," sarannya.
"Prosedur dan aturan dibuat biar masyarakat bisa tertib dan kesejahteraan bersama tetap terjaga, jadi tidak main hakim sendiri atau sampai baku hantam," tutup Vero.
(wdw/up)











































