Sabtu, 03 Nov 2018 12:50 WIB

Hobi Makan Gorengan Bisa Jadi Faktor Pemicu Kena Stroke

Nabilla Nufianty Putri - detikHealth
Foto: shutterstock
Jakarta -
Siapa yang tidak suka gorengan? Makanan ini memang nikmat dan menjadi salah satu favorit kudapan masyarakat Indonesia demi mengganjal perut sebelum makan besar. Namun hati-hati, makan gorengan dengan jumlah berlebih bisa meningkatkan kadar kolesterol darah sehingga memicu risiko stroke.
Medical Advisor Kalbe Nutritionals, dr Ervina Hasti W, mengungkapkan makanan yang digoreng menggunakan minyak goreng berulang kali berisiko dan berdampak buruk bagi kesehatan.
"Jika digunakan secara berulang, minyak goreng justru akan menurunkan mutu dari suatu pangan seperti penurunan kadar protein dan airnya," ujar dr Ervina kepada detikHealth, Rabu (31/10/2018).

Minyak yang digunakan untuk menggoreng dapat meningkatkan asupan kalori dan lemak. Bahkan lemak bisa menjadi lemak jahat yang berbahaya untuk pembuluh darah jika dipanaskan dalam suhu tinggi dan telah digunakan untuk menggoreng berulang kali.
"Hasilnya, pemakaian minyak jelantah akan meningkatkan kandungan asam lemak trans sehingga kandungan kolesterol jahat di dalam tubuh juga meningkat sementara kadar kolesterol baik justru menurun," jelasnya.
Ketika lemak trans tersebut menumpuk dan membentuk plak pada dinding arteri, lanjutnya, hal ini dapat mempersempit arteri itu sendiri. Kondisi ini disebut dengan aterosklerosis dan dapat memicu terjadinya stroke.

Maka dr. Ervina menyarankan dalam mencegah stroke dari segi makanan, terapkan pola hidup sehat. Caranya dimulai dari mengatur pola makan dengan makan dengan gizi seimbang, rendah lemak dan kolesterol, serta mempertimbangkan porsi asupan dan energi yang dibutuhkan.
Selain menghindari makanan gorengan, risiko stroke dapat dicegah dengan rutin mengonsumsi Nutrive Benecol, smoothie yang telah teruji klinis bisa menurunkan kolesterol karena mengandung Plant Stanol Ester (PSE). Kandungan PSE bisa memblok penyerapan kolesterol dari makanan pada sistem pencernaan dan terbukti secara klinis menurunkan kolesterol total dan LDL dalam 2-3 minggu konsumsi.


(mul/ega)