Rabu, 07 Nov 2018 08:45 WIB

Soal Antisipasi Wabah Penyakit, Anak Muda Angkat Bicara

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Penanganan flu burung di China (Foto: STR/AFP/Getty Images) Penanganan flu burung di China (Foto: STR/AFP/Getty Images)
Nusa Dua - Indonesia menjadi salah satu negara dengan ancaman penularan penyakit oleh hewan atau zoonosis, seperti rabies dan antraks. Serta penyakit yang ditularkan dari vektor yakni demam berdarah dengue dan malaria.

Saat terjadi wabah antraks di daerah Kulonprogo, Jawa Tengah, banyak pihak yang ambil bagian dalam upaya penanggulangan wabah tersebut. Meski demikian, masih terdapat kekurangan yang harus mendapat perhatian khusus terlebih di sumber daya manusia.

"Kulonprogo pernah menjadi daerah yang outbreak antraks. Pada saat kejadian tersebut terjadi, banyak pihak yang bergabung dan work together in the field tapi masih terdapat lack of coordination. Maka kita dibantu oleh partisipan dari universitas serta dari Global Health Young Leader (GHYL) yang sangat membantu dalam hal investigasi," kata Theodola Baning Rahayujati, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kulonprogo saat dijumpai di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (6/11/2018).



Representatif dari Global Health Young Leader, Amrina Rosyada, berujar saat ini pemuda sudah menyadari mengenai pentingnya kesehatan untuk kesejahteraan suatu negara. Oleh karena itu, mereka berkolaborasi agar tidak terjadi penyebaran wabah serta mencegah penyakit tersebut.

"Penyakit tentu penyebabnya banyak sekali. Kalau sampai terjadi, itu akan mempengaruhi banyak orang. Peran anak muda disini harus lebih bisa kolaborasi dan kerjasama bukan hanya dari satu sektor. Tentunya perlu dibarengi dengan kemampuan problem solving khususnya di ranah kesehatan," tuturnya

Amrina menambahkan, generasi muda memiliki kesempatan yang besar untuk mengembangkan potensi khususnya di bidang kesehatan. Adanya kesadaran penuh khususnya mengenai kesehatan akan sangat membantu negara dalam pencegahan wabah penyakit.

"Jika anak muda diberikan kesempatan untuk berkembang, mereka akan menjadi investasi di masa depan. Tentu hal ini bisa menjadikan anak muda sebagai sumber daya yang berkualitas," tutupnya.

(up/up)
News Feed