Rabu, 21 Nov 2018 11:18 WIB

Umur Warga Indonesia Bisa 'Hilang' Lima Tahun Gara-gara Polusi Udara

Firdaus Anwar - detikHealth
Gambaran polusi udara di Jakarta, pandangan terlihat berkabut. (Foto: Dikhy Sasra) Gambaran polusi udara di Jakarta, pandangan terlihat berkabut. (Foto: Dikhy Sasra)
Jakarta - Polusi udara adalah masalah global yang serius karena dampaknya untuk kesehatan tidak main-main. Ketika partikulat halus dari sisa pembakaran dihirup oleh tubuh maka dampaknya dalam jangka panjang dapat mengakibatkan penyakit mulai dari paru, jantung, diabetes, bahkan demensia.

Terkait hal tersebut peneliti di University of Chicago membuat alat yang bisa menghitung berapa kira-kira usia harapan hidup di suatu tempat berkurang karena polusi udara.



Disebut Air Quality Life Index (AQLI), rata-rata penduduk dunia diketahui bisa kehilangan 1,8 tahun usianya karena polusi. Namun kalau dilihat spesifik pengurangan usia ini lebih parah di tempat yang polusinya tinggi seperti China, India, dan Indonesia.

"Dengan menggunakan pendekatan yang unik, AQLI adalah indeks polusi pertama yang bisa menunjukkan dampak polusi udara pada kehidupan seseorang di mana saja," tulis peneliti dalam situs resmi AQLI seperti dikutip pada Rabu (21/11/2018).

Daerah di Indonesia yang dihitung AQLI memiliki kondisi polusi udara parah.Daerah di Indonesia yang dihitung AQLI memiliki kondisi polusi udara parah. Foto: AQLI/University of Chicago


Penduduk di tiga Provinsi Indonesia yaitu Kalimantan tengah, Sumatera Selatan, dan Riau bahkan bisa kehilangan sampai 5,6 tahun harapan hidupnya karena polusi. Dalam peta AQLI tiga provinsi tersebut ditandai dengan warna merah pekat karena tercatat memiliki polusi PM 2,5 di atas 60 per kubik meter.

Sebagai informasi PM 2,5 adalah partikulat polusi yang saking halusnya dapat dihirup tubuh dan langsung menembus paru-paru masuk ke aliran darah. Ketika sudah di darah partikel dapat menjalar ke seluruh tubuh menyebabkan berbagai kerusakan.

(fds/up)
News Feed