Kamis, 29 Nov 2018 15:10 WIB

Cegah HIV pada Ibu Rumah Tangga, Kemenkes Sarankan Skrining Calon Pengantin

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Infeksi HIV pada ibu rumah tangga termasuk tinggi (Foto: Ayunda Septiani/detikHealth) Infeksi HIV pada ibu rumah tangga termasuk tinggi (Foto: Ayunda Septiani/detikHealth)
Topik Hangat Hari AIDS Sedunia 2018
Jakarta - Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI, Eny Gustina, mengatakan penyebab kematian ibu yang paling tinggi adalah kontribusi dari HIV. Hal ini terlihat dari banyaknya ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV namun tidak memeriksakan diri atau tidak mendapat pelayanan lebih lanjut.

"Kadang ibu rumah tangga berpikir nggak mungkin mereka terkena HIV. Mereka pikir mereka bersih, tapi bisa saja penularan itu karena suami mereka atau karena transfusi darah. Tiba-tiba tertusuk jarum suntik misalnya," katanya saat ditemui di daerah Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018).



Kementerian Kesehatan telah melakukan upaya preventif seperti meningkatkan akses dan kualitas layanan bagi ibu hamil dan mewajibkan mereka untuk screening HIV. Upaya yang lainnya adalah dengan screening calon pengantin untuk mencegah penularan antar pasangan.

"Di DKI Jakarta sudah wajib kalau mau menikah di-screening dulu, bukan hanya HIV tapi penyakit menular lainnya. Misalnya salah satunya positif, yang memeriksa tidak boleh memberitahu kepada pasangannya, harus yang bersangkutan sendiri untuk jujur dan menghadapinya," tambahnya.

Menurut Eny, menjadi penting untuk mengetahui status kesehatan pasangan. Sebab jika terindikasi positif banyak hal yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan dan mencegah penularannya.

"Sekarang HIV ada obatnya. Bisa diobati dan disembuhkan, asal pengecekan dilakukan secara dini," pungkasnya.


Cegah HIV pada Ibu Rumah Tangga, Kemenkes Sarankan Skrining Calon Pengantin
(up/up)
Topik Hangat Hari AIDS Sedunia 2018
News Feed