Senin, 03 Des 2018 13:59 WIB

Obati Ratusan Pasien, 'Terapi Listrik' Kapten Tatang Tak Pernah Dikomplain

Kireina S. Cahyani      - detikHealth
Terapi listrik yang dilakukan Kapten Tatang. Foto: Kireina/detikHealth Terapi listrik yang dilakukan Kapten Tatang. Foto: Kireina/detikHealth
Jakarta - Namanya viral karena seorang komandan tentara dapat mengobati penyakit stroke dengan cara yang tak biasa. Yap, Kapten Tatang Taryono telah menemukan suatu metode penyembuhan dengan menggunakan aliran listrik.

Kapten Tatang mengatakan bahwa pengobatan alternatif ini cukup banyak diminati masyarakat. Bahkan, dalam sehari ia dapat menangani ratusan pasien.

"Ramai begini yah. Memang setiap dibukanya terapi ini, banyak yang datang dari pagi, semakin siang semakin banyak saja yang datang. Waktu itu sempat sekitar 486 dalam sehari pasien yang datang," tutur Kapten Tatang saat ditemui detikHealth di Kantor Koramil 2101 Sukaraja, Kabupaten Bogor, Minggu (2/12/2018).



Apa kendala yang dialami Kapten Tatang saat menangani ratusan pasiennya? Ia pun menyebutkan bahwa tidak pernah ada keluhan yang datang dari pasiennya. Justru mereka berterimakasih karena terapi listriknya itu berkhasiat pada mereka.

"Alhamdulillah selama ini tidak pernah ada yang bermasalah dan komplain. Ya, cuma kalau ada yang sudah sekarat dan koma di bawa kemari, saya juga tidak bisa bantu kalau yang seperti itu. Sebaik-baiknya usaha manusia pun Allah yang berkehendak, saya selalu utamakan nilai spiritual saat mengobati pasien, karena saya tegaskan lagi saya hanya perantaranya, semua yang berkehendak Allah," ujar Kapten Tatang.

Dalam menangani pasien, Kapten Tatang tentunya tidak bisa melakukan hanya seorang diri. Ia dibantu oleh beberapa teman terapisnya.

"Saat ini alhamdulilah saya sudah dibantu sama teman-teman terapis saya, mereka saya sendiri yang bekali metode terapisnya, bahkan saya juga bekali ilmu karomah juga," imbuhnya.

Terapi kejut listrik ini sudah pernah dikunjungi oleh artis Tanah Air, yakni Mat Solar yang sebelumnya terkena stroke. Terapi listrik ini pun tidak dipungut bayaran karena Kapten Tatang menganggap praktik terapi yang dilakukannya sebagai hobi atau kesenangan.



(Kireina S. Cahyani     /wdw)
News Feed