Jumat, 21 Des 2018 20:03 WIB

Riset: Remaja Lebih Berani Nge-Vape Karena Anggap Lebih Aman dari Rokok

Rosmha Widiyani - detikHealth
Tampak dekat rokok elektrik (vape/e-cigarette). Foto: iStock Tampak dekat rokok elektrik (vape/e-cigarette). Foto: iStock
Topik Hangat Nge-Vape Lebih Sehat?
Jakarta - Image aman rokok vape tampaknya benar-benar telah mengena di siswa SMA/SMK. Hasil riset yang diadakan Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.HAMKA (UHAMKA) menyatakan, sebanyak 41,6 persen remaja lebih berani mencoba rokok elektrik daripada batangan. Angka sebaran (prevalensi) pengguna vape dalam riset tersebut mencapai 11,9 persen atau 1 dari 8 siswa.

"Remaja sangat mungkin tertipu konsep harm reduction hingga lebih berani mencoba rokok elektrik. Padahal banyak riset yang menyatakan risiko kesehatan vape dan konvensional sama saja. Dalam riset yang saya lakukan, hanya 40,6 persen remaja yang masih mau mencoba rokok batangan," kata dosen dan peneliti Mouhamad Bigwanto dari Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UHAMKA pada detikHealth.


Dugaan ini didukung hasil dalam riset ini yang mengatakan, sebanyak 22 persen responden remaja setuju vape lebih aman. Sementara 3 persen remaja sangat setuju rokok elektrik lebih baik untuk kesehatan. Menurut Bigwanto, hasil ini sudah menggambarkan kesan remaja yang cenderung positif pada e-cigarette.

Dengan hasil riset ini, Bigwanto berharap pemerintah bisa segera meregulasi peredaran rokok eletrik. Tanpa regulasi yang tegas, anak dan remaja berisiko menjadi korban penggunaan vape seperti halnya rokok batangan. Apalagi, rokok elektrik juga menggunakan strategi image positif sama dengan saat mengedarkan rokok batangan.

Riset yang menggunakan dana hibah internal UHAMKA diadakan pada Agustus hingga September 2018. Studi dilakukan terhadap 767 responden yang mewakili populasi siswa SMA dan SMK di Jakarta. Saat ini riset berlanjut untuk menentukan kemungkinan tren rokok elektrik di tahun-tahun berikutnya.

(up/up)
Topik Hangat Nge-Vape Lebih Sehat?
News Feed