Minggu, 23 Des 2018 13:10 WIB

Siapakah Kelompok Remaja Pengguna Vape di Indonesia?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi vape. Foto: iStock Ilustrasi vape. Foto: iStock
Topik Hangat Nge-Vape Lebih Sehat?
Jakarta - Penggunaan vape telah menyasar kalangan remaja yang duduk di bangku SMA dan SMK. Riset dari Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.HAMKA (UHAMKA) menyatakan, prevalensi remaja pengguna vape mencapai 11,9 persen atau 1 dari 8 orang. Vape saat ini punya image lebih sehat daripada rokok biasa, meski risiko kedua produk tersebut sebetulnya sama.

"Dalam riset ini, ada tiga kelompok pelajar pengguna rokok elektrik. Sebanyak 51,6 persen adalah perokok aktif, 20,9 persen berasal dari bukan perokok (gateway), dan 27,5 persen adalah mantan perokok," kata dosen dan peneliti Mouhamad Bigwanto dari Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UHAMKA pada detikHealth.


Kelompok perokok aktif adalah remaja yang menggunakan rokok batangan dan elektrik dalam kehidupan sehari-hari. Kelompok ini masih merokok dalam waktu satu bulan terakhir sebelum penelitian.

Untuk kelompok bukan perokok, mereka adalah remaja pengguna vape yang awalnya tidak merokok. Sedangkan mantan perokok adalah kelompok pengguna vape yang tadinya sudah berhenti mengisap rokok batangan. Kelompok ini sempat sudah tidak merokok selama 30 hari.

Menurut Bigwanto, hasil riset terhadap 767 siswa SMA dan SMK di Jakarta menegaskan 'kesuksesan' vape meraih pasar remaja. Image positif vape bahkan sukses menggandeng remaja yang awalnya telah berhenti merokok. Dengan kondisi ini, Bigwanto menyarankan pemerintah segera mengatur regulasi vape sebelum meraih pasar yang lebih besar.




Saksikan juga video 'Antara Vape dan Shisa, Manakah yang Lebih Berbahaya?':

[Gambas:Video 20detik]


Siapakah Kelompok Remaja Pengguna Vape di Indonesia?
(up/up)
Topik Hangat Nge-Vape Lebih Sehat?
News Feed