Rabu, 09 Jan 2019 15:50 WIB

Kado Tahun Baru, Kuota PBI-JK BPJS Kesehatan Tambah

Rosmha Widiyani - detikHealth
Kartu peserta JKN yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. Foto: Grandyos Zafna/detikHealth Kartu peserta JKN yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. Foto: Grandyos Zafna/detikHealth
Jakarta - Pemerintah menambah kuota Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) menjadi 96,8 juta jiwa pada tahun 2019. Sebelumnya, dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk PBI-JK hanya untuk 92,4 juta jiwa. Peserta PBI-JK menerima Rp 23 ribu per bulan untuk layanan kelas 3.

"Ada penambahan sebanyak 4,4 juta jiwa dari tahun 2016-2018. Ini merupakan kabar baik untuk mempercepat pencapaian Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta," kata Kepala Humas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf dalam siaran pers yang diterima detikHealth, Rabu (09/01/2019).


Penambahan kuota PBI-JK dilakukan berdasarkan surat Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 01/HUK/2019, tentang Penetapan Penerimaan Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Tahun 2019. Data peserta sudah termasuk bayi dari peserta PBI-JK yang didaftarkan pada tahun 2019.

Untuk menjamin keabsahan data PBI-JK, Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan verifikasi dan validasi (verivali) sepanjang 2018 bersama BPJS Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri. Proses verivali dilakukan melalui pemadanan data catatan sipil yang berbasis Nomer Induk Kependudukan (NIK). Dengan pemadanan data, ada sebagian peserta PBI-JK yang terhapus karena sudah menjadi Pekerja Penerima Upah (PPU), meninggal dunia, atau memiliki NIK ganda.

Setiap bulan BPJS Kesehatan melaporkan pembaruan data PBI, yang dilaporkan pada Kementerian Kesehatan dan Kemensos. Bila sudah dikoordinasikan lintas sektor, BPJS Kesehatan akan menerima pembaruan data peserta PBI-JK. Penambahan kuota PBI-JK meningkatkan jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang hingga (03/01/2019) tercatat sebanyak 215.860.046 jiwa.

(up/up)
News Feed