Jumat, 25 Jan 2019 17:04 WIB

Jelang Konser John Mayer, Ini Untungnya Dengar Musik Easy Listening

Rosmha Widiyani - detikHealth
John Mayer saat tampil di Burbank, California. Foto: Tommaso Boddi/Getty Images for iHeartMedia John Mayer saat tampil di Burbank, California. Foto: Tommaso Boddi/Getty Images for iHeartMedia
Jakarta - Musik adalah soal selera yang berbeda pada tiap individu. Ada orang yang memilih musik bertempo cepat, namun tidak sedikit juga yang menyukai musik bergenre blues dan easy listening seperti yang dilantunkan John Mayer. Dikutip dari detikHot, penyanyi ini dijadwalkan manggung pada 15 April 2019 di ICE BSD, Tangerang Selatan.

"Dampak musik berbeda pada tiap individu. Namun orang biasanya memilih musik easy listening supaya merasa lebih tenang," kata ahli psikologi Daniel Levitin, yang risetnya seputar kemampuan kognitif dan musik dilaksanakan di McGill University, Kanada dikutip dari Time.

Musik easy listening dalam tulisan ini dicirikan dengan tempo yang lambat, pergantian kunci nada yang bertahap, dan irama yang cenderung menenangkan. Menurut Levitin, musik yang cenderung cepat dengan nada melompat-lompat bisa menimbulkan efek sebaliknya.


Meski begitu, Levitin tak menampik sebagian orang yang bisa tenang bila mendengarkan musik yang keras. Bila Levitin cenderung menganggap efek musik bergantung selera, maka berbeda dengan Joanne Loewy yang merupakan Direktur Louis Armstrong Center for Music & Medicine di Mount Sinai Beth Israel, New York.

Loewy menyarankan tidak asal pilih musik jika ingin lebih tenang dan tidak stres. Salah pilih musik berisiko memicu stres bukannya meredakan tekanan. Loewy menyarankan tidak mendengarkan musik yang digunakan dalam film horor atau thriller jika ingin memperbaiki mood.

"Tidak mendengarkan lebih baik daripada asal pilih jenis musik. Data kami menunjukkan, musik dari generasi terdahulu justru memancing munculnya stres," kata Loewy.


Selain memicu stres, salah pilih musik juga berisiko memunculkan gangguan konsentrasi. Studi tahun 2015 dari Finlandia menunjukkan, musik bisa memicu emosi negatif misal marah, sedih, dan kecenderungan untuk menyerang. Efek ini disebabkan irama dan karakter musik yang mempengaruhi detak jantung dan kerja jaringan saraf di otak.

Musik sendiri tidak mempengaruhi spot tertentu di otak. Musik memicu aktivasi di seluruh bagian otak, hingga mampu membantu terapi para lansia yang mengalami gangguan kognitif. Riset profesor epidemiologi Kim Innes dari West Virginia University's School of Public Health membuktikan, efek musik bisa sama kuatnya dengan meditasi bila memilih genre dengan tepat.




Tonton video 'Tiket Konser John Mayer Mulai Dijual Hari Ini':

[Gambas:Video 20detik]


Jelang Konser John Mayer, Ini Untungnya Dengar Musik Easy Listening
(up/up)
News Feed