Senin, 28 Jan 2019 17:50 WIB

Ada 613 Kasus DBD di DKI Jakarta, Meningkat Dibanding Tahun Lalu

Rosmha Widiyani - detikHealth
Angka kasus DBD dilaporkan meningkat di beberapa daerah. (Foto ilustrasi: Eko Susanto/detikcom) Angka kasus DBD dilaporkan meningkat di beberapa daerah. (Foto ilustrasi: Eko Susanto/detikcom)
Topik Hangat Serangan Nyamuk DBD
Jakarta - Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyatakan waspada menghadapi Demam Berdarah Dengue (DBD). Hingga 27 Januari 2019 total ada 613 kasus DBD dari seluruh daerah di Jakarta.

Angka ini meningkat dibanding bulan Januari tahun 2018, yang hanya mencapai 198 kasus. Meski masih lebih rendah dibanding periode yang sama pada 2017 sebanyak 665 kasus.

"Ada pembeda dibanding tahun sebelumnya misal sistem imun warga, kepadatan nyamuk, tingkat infeksi virus, dan iklim. Untuk iklim, kelembaban tahun ini lebih tinggi daripada sebelumnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Provisi DKI Jakarta Widyastuti, Senin (28/01/2019).



Status waspada kemungkinan belum akan bergeser hingga 3 bulan mendatang. Berdasarkan permodelan iklim yang dibuat melalui kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tingkat kelembaban masih akan sama.

Menurut Widya, kelembaban yang tinggi lebih disukai nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk menjadi lebih mudah berkembang biak dan menularkan virus pada lingkungan sekitar.

Widya menyarankan warga untuk selalu menjalankan pola hidup bersih sehat, serta pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus. Upaya ini mencakup menguras, menutup, dan mendaur ulang wadah yang bisa menampung air serta menjadi tempat hidup nyamuk. Upaya tersebut, plus pengasapan, efektif memberantas nyamuk dan menekan kasus DBD.





Simak juga video 'Waspada! DBD Ancam Jakarta, Anies Siapkan Ingub Khusus':

[Gambas:Video 20detik]

(fds/fds)
Topik Hangat Serangan Nyamuk DBD
News Feed