Senin, 11 Mar 2019 17:29 WIB

Banyak Keluhan RS Penuh karena DBD, Kemenkes Sebut 'Panic Response'

Rosmha Widiyani - detikHealth
Demam berdarah dengue masih mengancam (Foto: Pradita Utama) Demam berdarah dengue masih mengancam (Foto: Pradita Utama)
Topik Hangat Serangan Nyamuk DBD
Jakarta - Serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) ternyata masih terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Akibatnya media sosial ramai dengan unggahan gambar RS yang penuh hingga tak lagi sanggup menampung pasien DBD.

Menanggapi kondisi ini, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan tak perlu khawatir. Secara umum jumlah kasus DBD di bulan Maret 2019 menunjukkan penurunan dibanding sebelumnya.

"Kejadian ini sebetulnya bentuk panic response dari masyarakat dan tanggapan layanan kesehatan. Masyarakat panik bila ada yang menunjukkan kenaikan suhu tubuh, sementara layanan kesehatan masih harus memeriksa apakah benar pasien mengalami DBD," kata Anung pada detikHealth, Senin (11/03/2019).



Beberapa daerah memang mengubah tata laksana penanganan pasien DBD. Misal Provinsi DKI Jakarta yang langsung merawat pasien jika mengalami kenaikan suhu tubuh selama 3 hari. Pasien selanjutnya mendapat pemeriksaan lebih detail dan intensif selama di rumah sakit.

Anung merespon positif tindakan yang bertujuan mengantisipasi serangan DBD menjadi makin parah, hingga berisiko mengakibatkan pasien mengalami pendarahan. Rumah sakit tentunya harus terus melayani pasien sesuai kapasitasnya. Pemeriksaan tetap wajib dilakukan dengan baik dan berkualitas kepada suspect demam berdarah.

"Kuncinya ada pada proses pemberian keterangan kepada pasien dari tenaga kesehatan. Masyarakat harus tahu jika kondisi pasien memang tidak memerlukan rawat inap, bukan karena keterbatasan ruang. Pasien tentunya harus tahu kontrol atau proses perawatan lain yang dilakukan di rumah," kata Anung.

Kepada masyarakat Anung menyarankan tak perlu panik menghadapi DBD. Masyarakat harus waspada bila ada mengalami kenaikan suhu tubuh selama 3 hari. Apalagi bila di sekitarnya sempat ditemukan kasus DBD. Suspect wajib segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)
Topik Hangat Serangan Nyamuk DBD