Senin, 28 Jan 2019 19:29 WIB

Kecamatan Jagakarsa Catatkan Kasus DBD Paling Tinggi di DKI, Kenapa Ya?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Nyamuk Aedes aegypti jadi vektor utama penyebaran demam berdarah. (Foto: Reuters) Nyamuk Aedes aegypti jadi vektor utama penyebaran demam berdarah. (Foto: Reuters)
Topik Hangat Serangan Nyamuk DBD
Jakarta - Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan tercatat sebagai daerah dengan Incident Rate (IR) Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi di DKI Jakarta. Angka kejadian DBD di wilayah ini mencapai 19,27 kasus per 100 ribu penduduk.

"Jagakarsa menjadi yang tertinggi selain 4 kecamatan lain di DKI Jakarta yang juga memiliki IR DBD besar. Kita menggunakan IR bukan jumlah total kasus supaya parameter pengukurannya sama, yaitu dibandingkan dengan 100 ribu penduduk," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti, Senin (28/01/2019).



Infogragis demam berdarah 2019.Infogragis demam berdarah 2019. (Foto: detikcom)

Empat kecamatan lain dengan IR besar adalah Kalideres dengan 16,94 per 100 ribu penduduk, Kebayoran Baru sebesar 16,54 per 100 ribu penduduk, Pasar Rebo 13,93 per 100 ribu penduduk, dan Cipayung 13,57 per 100 ribu penduduk.

Kecamatan Jagakarsa memiliki ciri khas dibanding 4 areal lainnya. Menurut Widya, di daerah tersebut banyak terdapat lahan kosong yang pemiliknya tidak jelas. Lahan tersebut menjadi penampungan air, serta tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypty.

Widya mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan lurah setempat untuk menutup lokasi yang bisa menjadi tempat penampungan air. Widya juga mengingatkan warga untuk menjalankan 3M plus yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang, untuk memerangi serta menekan penularan DBD melalui nyamuk Aedes aegypty.

(up/up)
Topik Hangat Serangan Nyamuk DBD
News Feed