Senin, 04 Feb 2019 11:02 WIB

Mengenal Neuroblastoma, Kanker yang Menyerang Saraf Anak-anak

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi neuroblastoma yang menyerang anak-anak. Foto: Thinkstock Ilustrasi neuroblastoma yang menyerang anak-anak. Foto: Thinkstock
Topik Hangat Hari Kanker Sedunia
Jakarta - Tidak sering didengar, neuroblastoma merupakan jenis kanker yang sering menyerang anak-anak. Neuroblastoma adalah kanker yang menyerang sel saraf.

Dikutip dari Mayo Clinic, neuroblastoma sering muncul di sekitar kelenjar adrenal, yaitu menyerang sel-sel saraf di atas ginjal. Namun juga bisa berkembang di sekitar perut, dada, dan tulang belakang.

Kondisi ini bisa dialami bayi yang baru lahir, namun manifestasinya baru terlihat saat usianya sudah lebih tua, biasanya di usia 2-4 tahun.

Dokter spesialis anak dr Endang Windiastuti SpA(K) mengatakan bahwa gejala dari kanker ini bergantung pada tempat sel kanker berkembang. Jika berkembang di perut, maka perut mengalami pembesaran.

"Kalau larinya ke perut maka perutnya membesar. Kalau ke tulang, maka nyeri tulang sehingga anak nggak mau jalan karena sakit kalau jalan. Kalau larinya ke mata, matanya akan menonjol sebelah, juga perdarahan di bola mata," ujarnya seperti dikutip artikel detikHealth sebelumnya.



"80 Persen sumber primernya di dalam perut. Sisanya di sepanjang perjalan saraf, bisa mata, juga sepanjang tulang belakang yakni di saraf kiri dan kanan," imbuhnya.

Gejala awal dari jenis kanker ini meliputi sakit perut, perubahan kebasaan buang air besar misal diare dan sembelit jika neuroblastoma berkembang di perut. Sementara jika berkembang di dada, gejalanya adalah sakit dada, perubahan pada mata termasuk kelopak mata yang terkulai dan ukuran pupil tidak merata.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah benjolan pada jaringan di bawah kulit, bola mata menonjol, lingkaran hitam atau memar di sekitar mata, sakit punggung, demam, penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan, dan nyeri tulang.

Bila dapat terdeteksi pada stadium 2, pasien jenis kanker ini masih memiliki tingkat kelangsungan hidup sebesar 80-95 persen. Namun bila ditemukan pada stadium 4, tingkat kelangsungan hidup diperkirakan turun menjadi kurang dari 40 persen.




(wdw/up)
Topik Hangat Hari Kanker Sedunia
News Feed