Jumat, 08 Feb 2019 09:31 WIB

Cara Kerja Kit Deteksi Kanker Payudara Buatan LIPI

Rosmha Widiyani - detikHealth
Tampilan isi kotak Kit Pendeteksi Biomarker Kanker Payudara Positif HER 2. (Dok. Desriani/LIPI) Tampilan isi kotak Kit Pendeteksi Biomarker Kanker Payudara Positif HER 2. (Dok. Desriani/LIPI)
Topik Hangat Hari Kanker Sedunia
Jakarta - Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah mengembangkan Kit Pendeteksi Biomarker Kanker Payudara Positif HER 2. Alat yang masih berbetuk prototipe ini memungkinkan pemeriksaan lebih cepat, murah, dan akurat berdasarkan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR). Kit nantinya digunakan fasilitas kesehatan yang punya mesin PCR, dengan dokter dan tenaga kesehatan yang bisa membaca serta melakukan PCR.

"Alat ini membaca sampel DNA sel kanker yang diambil dari pasien kanker payudara. Dengan teknik PCR, kit memberi hasil berupa angka yang mengindikasikan substasi HER 2 dalam pasien kanker payudara. Saat ini kami tengah menguji performa alat, sehingga diharapkan kit bisa secepatnya diakses fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia," kata peneliti Desriani pada detikHealth, Kamis (7/2/2019).



Desriani mengatakan, kit sebelumnya telah melalui riset selama 4 tahun. Kit juga telah melalui uji validitas dengan membandingkan hasil pemeriksaan yang diambil dengan metode Chromogenic In Situ Hybridization (CISH). Metode CISH adalah teknik pemeriksaan kanker payudara yang direkomenasikan badan kesehatan dunia WHO. Kesamaan hasil kit dengan metode CISH mencapai 86 persen yang mengindikasikan tingginya akurasi alat.

Kit berupa kotak berukuran setelapak tangan yang di dalamnya berisi 6 tabung berisi bahan-bahan kimia. Tabung tersebut diisi sampel yang diambil dari pasien, sesuai petunjuk yang terdapat dalam protokol penggunaan kit. Tabung kemudian dimasukkan dalam mesin PCR untuk memastikan peran HER 2 dalam kanker payudara. Pemeriksaan sampel bisa lebih banyak bergantung dari kapasitas mesin PCR.

Menurut Desriani, sekarang timnya sedang dalam tahap mengetahui karakterisasi alat. Uji ini meliputi sensitivitas, stabilisasi, dan blind test jika alat digunakan tenaga kesehatan yang bukan anggota tim riset. Alat seharusnya memberi hasil yang sama terlepas dari penggunanya asal memiliki kompetensi dalam penerapan PCR. Sensitivitas dan stabilisasi yang baik memungkinkan alat selalu mampu memberi hasil akurat.

Kit nantinya bisa menjadi alternatif pemeriksaan kanker payudara HER 2, selain metode yang telah ada sebelumnya. Dengan harga yang lebih terjangkau dan hasil akurat, Desriani berharap kit bisa diakses seluruh rumah sakit tipe A di seluruh Indonesia. Hasilnya kanker payudara HER 2 lebih mudah terdeteksi, sehingga pasiennya bisa segera mendapat terapi penyembuhan.





Tonton video 'Tips Beri Tahu Orang Terdekat Saat Didiagnosa Kanker Payudara':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)
Topik Hangat Hari Kanker Sedunia
News Feed