Rabu, 13 Feb 2019 16:19 WIB

Hari Farmasi Indonesia dan Fakta di Baliknya

Tim detikcom - detikHealth
Hari Farmasi Indonesia dan Fakta di baliknya/Foto: iStock Hari Farmasi Indonesia dan Fakta di baliknya/Foto: iStock
Jakarta - Hari Persatuan Farmasi Indonesia jatuh pada 13 Februari. Farmasi merupakan salah satu bidang keprofesian dalam tenaga kesehatan yang merupakan kombinasi antara ilmu kesehatan dan juga ilmu kimia.

Profesi itu bertanggung jawab untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan obat tersebut, akan digunakan oleh dokter untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan membantu menyehatkan kembali pasien yang datang ke dokter.

Farmasi sendiri menjadi salah satu profesi penting yang harus ada di setiap negara, termasuk di Indonesia. Berbicara salah formasi maka cukup banyak sekolah yang dapat menghasilkan para tenaga kesehatan atau informasi yang berjasa. Jika menyinggung farmasi maka kita akan membahas soal Hari Persatuan Ahli Farmasi Indonesia, yang diperingati setiap 13 Februari setiap tahunnya.



Sejarah Hari Persatuan Ahli Farmasi

Tanggal ini juga sebenarnya menjadi salah satu sejarah di mana terbentuknya Persatuan Ahli Farmasi Indonesia atau disingkat sebagai PAFI, yang dibentuk pada tanggal 13 Februari 1946 oleh Bapak Zainal Abidin. Ia berhasil diangkat menjadi Ketua PAFI pada masa tersebut. Hal ini berkaitan dengan jasanya yang dilakukan di Hotel Merdeka Yogyakarta.

Pada tanggal 13 Februari 1946 berdiri organisasi Farmasi pertama dan tertua yang ada di Indonesia. Dengan disingkat sebagai PAFI atau Persatuan Ahli Farmasi Indonesia organisasi ini, bertugas untuk mewadahi profesi asisten apoteker atau AA, ataupun tenaga teknis kefarmasian atau biasa disebut dengan TTK. Mengapa PAFI termasuk organisasi farmasi tertua? Hal ini berkaitan dengan pada masa kolonial Belanda pada saat itu.

Di mana Ikatan Apoteker Indonesia atau IAI memang belum dibentuk, karena hanya pendidikan asisten apoteker yang dapat menjalankannya. Bahkan rintisan harus dididik langsung dari negeri Belanda. Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) baru hadir pada 15 Septemer 1965, yang sebenarnya telah hadir dengan nama IAI yang berdiri pada 18 Juni 1955.

ISFI kemudian kembali menjadi IAI pada Kongres XVIII ISFI di Jakarta. PAFI atau Persatuan Ahli Farmasi Indonesia yang sekarang ini disebut Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) didirikan di Hotel Merdeka Jogyakarta dengan Ketua PAFI Pertama yakni, Zainal Abidin.

Farmasi Indonesia Terus Meningkat

Alasan inilah yang menandakan formasi Indonesia terus berjuang. Untuk memperbaiki kualitas dan meningkatkan sumber daya manusia yang dapat menangani hal tersebut. Farmasi Indonesia melalui perjalanan panjangnya telah membuktikan bahwa mereka dapat memberikan peranan yang sangat penting dan besar, terhadap perjuangan bangsa Indonesia.

Berbicara soal hari persatuan ahli farmasi yang 13 Februari setiap tahunnya profesi asisten apoteker lebih dulu muncul keberadaannya dibanding profesi apoteker. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan dari pemerintah Belanda yang memang tidak membolehkan apoteker dapat berkembang di Indonesia.

Tahun ini, farmasi Indonesia, memasuki usia 73 tahun tentu saja bukan usia yang muda lagi. Bagi sebuah organisasi namun semakin tinggi organisasi tersebut. Maka akan semakin banyak hal yang dapat diberikan diberikan terutama dalam hal sejarahnya.



Fakta Menarik Farmasi

Setelah mengetahui mengenai hari ulang tahun atau hari farmasi Indonesia berikut ini ada beberapa fakta unik yang biasanya dikaitkan dengan farmasi.

Seragam Putih

Jika berbicara soal siswa farmasi, ataupun mereka yang berkuliah di jurusan farmasi, maka anda berbicara soal seragam dengan warna putih. Putih umumnya seragam kebanggaan orang farmasi ini memang digunakan dengan warna putih.

Hal ini bukan tanpa sebab karena warna tersendiri menjadi salah satu warna yang diunggulkan atau yang diutamakan dalam tenaga kesehatan. Di sisi lain seragam ini juga menjadi ciri khas anak jurusan farmasi. Terutama ketika mereka praktikum ataupun magang di rumah sakit atau apotek.

Obat dan Keakuratan Profesi Farmasi

Selanjutnya yang harus dihadapi oleh mereka yang berkuliah di jurusan farmasi, ataupun sebagai seseorang yang memiliki profesi farmasi, yakni tidak boleh sembarangan dalam melakukan praktikum ataupun pembuatan obat. Hal ini berkaitan dengan lambang farmasi sendiri atau lambang apotek yang biasanya anda lihat dengan bentuk wadah dan ular.

Obat sendiri merupakan salah satu bahan yang seringkali digunakan untuk membantu mengobati penyakit pasien. Di mana obat sebagai penawar racun ataupun penyembuh penyakit.

Sehingga manusia dapat kembali sehat dan berbagai aktivitas. Namun tahukah anda, obat sendiri dapat menjadi sebuah racun ataupun bahan yang berbahaya jika melebihi dosis ataupun tidak sesuai dengan takaran. Hal ini menjadi beban tersendiri bagi mereka yang kuliah di jurusan farmasi, karena dengan begitu mereka tidak boleh melakukan kesalahan sedikit pun untuk meracik dan juga membuat obat yang dipasarkan atau digunakan makan.

Alat Praktikum

Selain info di atas, hal lainnya yang harus anda tahu adalah menggunakan alat praktikum. Umumnya mereka yang berkuliah di jurusan farmasi ataupun mereka yang bekerja di jurusan farmasi tidak asing lagi dengan berbagai alat praktikum. Hal ini seringkali mengundang decak kagum bagi banyak orang khususnya mereka yang orang awam. Namun menggunakan alat praktikum untuk melakukan berbagai eksperimen tidaklah mudah dan tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Umumnya para mahasiswa akan dihadapi oleh para dosen, agar dapat melakukan kegiatan ataupun pembuatan obat dengan sangat baik dan sesuai dengan prosedurnya. Selain itu praktikum yang dilakukan ketika anda menuntut ilmu di dunia farmasi juga lebih sering dibandingkan menerima teori sehingga bagi anak farmasi praktikum atau menghabiskan waktu di laboratorium bukan hal yang asing lagi.

Seperti Kuliah Kedokteran

Bagaimana mengenai pelajaran yang akan dilakukan oleh jurusan farmasi jurusan yang banyak diminati, ini dikarenakan farmasi memiliki banyak kesamaan dengan materi kuliah yang dimiliki oleh dunia kedokteran. Selain itu bagi anda yang memang memiliki passion di bidang kesehatan dan tidak sanggup atau tidak bisa melakukan sekolah di bidang kedokteran, karena terlalu mahal ataupun terlalu lama, maka banyak yang bisa masuk ke jurusan ini seringkali banyak orang yang tidak dapat menikmati jurusan kedokteran karena berbagai faktor akan berpindah ke jurusan farmasi.

Selain itu kuliah di jurusan farmasi tidak terlalu sibuk seperti halnya kedokteran. Karena anda tidak harus mempelajari banyak hal seperti kedokteran. Hampir serupa, namun usaha di awal memang benar-benar membuahkan hasil selanjutnya jika anda berkuliah dengan sangat serius.

Dana Kuliah

Jika anda memutuskan untuk kuliah di bagian farmasi, dimana jurusan ini terkenal akan biaya ataupun dana yang harus tidak terlalu banyak untuk dikeluarkan. Di mana banyak orang yang merasa bahwa biaya yang harus dikeluarkan ketika mereka melakukan kuliah kedokteran sangatlah mahal. Sehingga beberapa orang bisa tidak mampu atau tidak bisa memenuhinya namun berbeda dengan farmasi anda tidak perlu mengeluarkan uang terlalu banyak. Karena jurusan farmasi tidak memakan dana hingga ratusan juta seperti halnya kedokteran. (nwy/up)
News Feed