Kamis, 14 Feb 2019 17:20 WIB

Keracunan Makan Sabun? Ini Pertolongan Pertama yang Harus Diberikan

Widiya Wiyanti - detikHealth
Makan sabun bisa sebabkan keracunan. (Foto: Istock) Makan sabun bisa sebabkan keracunan. (Foto: Istock)
Jakarta - Sengaja atau tidak sengaja, makan sabun bisa menyebabkan gangguan kesehatan, misalnya keracunan karena bahan kimia yang dikandungnya. Syukur-syukur tidak kenapa-kenapa seperti wanita yang viral karena videonya makan sabun.

Namun jika terjadi keracunan setelah makan sabun, dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik dan diabetes dari Eka Hospital, dr. Indra Wijaya, SpPD-KEMD, M.Kes, FINASIM mengatakan harus segera minum air putih atau susu.

"Susu apa saja, karena susu kan sifatnya basa," ujarnya kepada detikHealth saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/2/2019).

Atau jika jarak ke rumah sakit cukup dekat, dr Indra menyarankan untuk membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) agar segera diberikan infus untuk mendetoksifikasi racun atau bahan kimia yang ada di dalam tubuh.

"Tentunya yang harus dilakukan dokter adalah menentukan apakah terjadi gangguan tanda vital, tensi bagaimana, napas bagaimana, suhu apa demam atau tidak, dan juga nadinya untuk kondisi jantungnya," jelas dr Indra.

[Gambas:Video 20detik]



"Umumnya yang harus dilakukan dokter adalah cepat memberikan infus untuk menetralisir racun yang masuk ke dalam darah. Untuk membersihkannya dokter memberikan infus dengan tujuan pasiennya akan sering kencing nantinya. Untuk detoksifikasi yang dibuang dari kencing," lanjutnya.

Namun jika kondisinya cukup parah, mungkin saja pasien keracunan akan dipasang selang makan yang berfungsi untuk membilas lambung dari zat-zat berbahaya.

"Dilihat apa ada gejala mual muntah, kalau perlu sekali, dokter akan memasang selang makan, selang dimasukkan lewat hidung untuk ke lambung untuk dibilas. Jadi zat kimia yang masih ada di lambung itu akan dibilas dibuang lewat selang makan," tandasnya.

(wdw/up)