Sabtu, 16 Feb 2019 22:07 WIB

5 Fakta Ngidam Makan Sabun Seperti Dialami Wanita Probolinggo

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sosok yang viral karena makan sabun itu ternyata warga Probolinggo Jawa Timur (Foto: M Rofiq) Sosok yang viral karena makan sabun itu ternyata warga Probolinggo Jawa Timur (Foto: M Rofiq)
Jakarta - Masih ingat sosok wanita berhijab yang makan sabun dalam sebuah video viral beberapa waktu lalu? Sosoknya sudah ditemukan dan ia mengaku mulai makan sabun sejak hamil anak pertama, 2 tahun silam.

Menurut pengakuannya, wanita bernama Mobarokatul Hosi'ah ini tidak benar-benar makan sabun. Ia cuma menjilat dan mengulumnya.

"Dulu ngidam makan sabun mas, tapi karena keseringan jadinya kebiasaan," jelas Hosi'ah, dikutip dari detiknews, Sabtu (16/2/2019).



Wajarkah ngidap makan sabun saat hamil? Berikut ini detikHealth merangkum beberapa fakta soal ngidam unik tersebut.

1. Nggak langka-langka amat
Meski terdengar janggal, ngidam makan sabun rupanya bukan hal yang baru. Menurut catatan detikHealth, kasus semacam ini cukup sering ditemukan. Bukan cuma ngidam menjilati sabun, tetapi juga benda-benda lain yang bukan makanan seperti besi dan bahkan semen.

Diperkirakan 1 dari 12 ibu hamil mengalami ngidam sesuatu yang tidak lazim dimakan. Kondisi ini disebut sebagai sindrom pica.



2. Tapi tetap tidak lazim
Meski pica bisa terjadi pada ibu hamil, kondisi ini justru lebih sering ditemukan pada anak-anak. Bahkan diperkirakan 25-30 persen anak mengalaminya.



3. Penyebab pasti tidak diketahui
Ada banyak faktor yang mempengaruhi ngidam, mulai dari budaya hingga pengaruh lingkungan. Tetapi pada kasus ngidam sesuatu yang bukan makanan alias pica, tidak ada yang tahu pasti penyebabnya.

Beberapa teori mengaitkannya dengan ketidakseimbangan biokimia dalam tubuh. Salah satunya kekurangan zat besi atau iron. Namun teori ini banyak ditentang, karena yang sering terjadi adalah pica itu sendiri yang memicu kekurangan zat besi.


[Gambas:Video 20detik]



4. Bisa keracunan
Karena sabun bersifat alkali atau basa, tentu akan sangat berpengaruh pada sistem pencernaan. Seperti diketahui, lambung memiliki cairan yang bersifat asam yang pastinya akan terganggu oleh sabun yang basa. Selain itu, risiko keracunan juga bisa terjadi bila ada kandungan toksik di dalam sabun.



5. Tapi kenapa sabun?
Dari berbagai macam benda yang menjadi objek pica, sabun terbilang ekstrem. Selain karena berisiko, juga karena tidak ada yang membayangkan seperti apa rasanya. Bahkan Hosi'ah yang sudah 2 tahun menjilat dan mengulum sabun juga mengakui sabun rasanya pahit.

"Baunya harum. Pengen nyoba rasanya ternyata pahit," katanya.



Pernah hamil kemudian ngidam sabun atau benda lain yang bukan makanan? Share di komentar ya! (up/up)
News Feed