Rabu, 20 Feb 2019 04:56 WIB

Nyeri Leher Belum Tentu karena 'Salah Bantal', Ini Kemungkinan Lainnya

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Keluhan nyeri leher saat bangun tidur bisa terjadi karena banyak hal (Foto: iStock) Keluhan nyeri leher saat bangun tidur bisa terjadi karena banyak hal (Foto: iStock)
Jakarta - Yakin nyeri leher yang kamu alami saat ini dikarenakan 'salah bantal'? Atau justru ada penyebab lain yang membuat lehermu sakit?

Dr Mahdian Nur Nasution, SpBS, dari Lamina Pain and Spine Center, Rumah Sakit Meilia Cibubur dalam acara 'Endoskopi PECD, Teknologi Terbaru untuk Bebas Nyeri Leher karena NHP', Selasa (19/2), menjelaskan beberapa kemungkinan yang membuat leher diliputi rasa nyeri.

Yuk cek selengkapnya.



1. Kebiasaan 'mengeretek' kepala

Kamu sering mengeretek kepala? Ternyata, kebiasaan membunyikan kepala bisa membuat nyeri leher timbul, loh.

"Kalau laki-laki biasanya tuh di tukang cukur, bulan depan cukur gitu lagi, lama-lama dia seminggu sekali, lama-lama tiap hari gitu, kalau enggak begitu enggak enak, dia enggak merasa enak dan enteng kalau enggak digituin. Tapi itu sebenarnya merusak sendi leher karena ada cedera sehingga jadinya nyeri kronis di leher," kata dr Mahdian.

Waduh! Jangan sering-sering membunyikan kepala, deh.



2. Saraf kejepit

Saraf kejepit di area leher atau Herniated Nucleus Polpusus (HNP) adalah kondisi di mana isi diskus (bantalan antar ruas tulang belakang) bocor sehingga menekan bagian saraf. Akibatnya, nyeri pun sering tak terhindarkan. Kadang nyeri dan kebas menjalar hingga ke tangan, tergantung dari disc berapa yang mengalami masalahnya.

"10 persen dari nyeri leher itu diakibatkan dari saraf kejepit, 90 persennya dari banyak macam-macam. Masalahnya 10 persen dari saraf kejepit itu butuh tindakan. Namanya saraf kejepit obatnya adalah melepas jepitan vukan dengan obat, akupuntur, atau pijet, sebenernya itu kurang tepat," jelas dr Mahdian.

Salah satu tindakan yang saat ini memberikan hasil pembedahan lebih baik dan lebih cepat sembuh ialah Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD).

"Sayatan hanya 4 mm, biusnya juga lokal saja. Waktu operasi pasien juga menjadi lebih singkat, pemulihan cepatan, kerusakan jaringan lebih minimal."

Menurut literatur, keberhasilan PECD berkisar di atas 87 persen, sementara kata dr Mahdian saat ini di Lamina Pain and Spine Center kesuksesan hasil mencapai 90 persen lebih, meskipun ada beberapa kasus yang memperlukan pengulangan.



3. 'Salah bantal'

"Salah bantal itu sebenarnya yang nyeri itu memang otot lehernya karena posisi tidur yang salah. Kemungkinan kedua adalah sendinya yang cedera karena posisi tidurnya tidak sempurna," tambah dr Mahdian.

Contoh adalah ketika kita ketiduran di kereta, bis, atau pesawat sehingga tanpa sadar terjadi strain atau tarikan pada ligamen atau otot di leher. Bila terjadinya baru atau ringan, maka tidak ada masalah yang akan terjadi.

"Tapi kalau terjadinya ekstrem besoknya bangun-bangun itu kaku. Mungkin juga saat beraktivitas misalnya itu terlalu banyak main gadget atau ada deadline, dia ngetik kaku kan, emosinya lagi ngejer kemudian lehernya kaku tegang, matanya fokus ke satu titik kecil, besoknya kaku. Itulah yang orang awam bilang dengan salah bantal," tambah dr Mahdian.

4. Text Neck

Dr Mahdian menuturkan dokter-dokter di Amerika Serikat kini sering menemukan fenomena di mana banyak sekali pasien yang mengeluhkan sakit di bagian leher. Rata-rata yang datang berada di usia muda, produktif, mengalami kaku atau nyeri leher, dan ada yang mengalami leher sering bunyi.

"Ternyata di sana dokter melakukan kajian-kajian dan menyebutkan ada penyakit yang mereka sebut dengan text neck," tutur dr Mahdian.

"Kita-kita kan kalau main gadget nunduk, berjam-jam, sambil di kendaraan umum, nunggu lift aja buka gadget, antri apa aja gadget. Generasi sekarang berisiko terjadi masalah di tulang belakang khususnya leher," tutupnya.



Simak 'Ikuti Gerakan Ini Untuk Atasi dan Cegah Nyeri Pinggang':

[Gambas:Video 20detik]


Nyeri Leher Belum Tentu karena 'Salah Bantal', Ini Kemungkinan Lainnya
(ask/up)
News Feed