Rabu, 20 Feb 2019 16:35 WIB

Kata Penyintas Soal 2 Obat Kanker Usus yang Tak Ditanggung BPJS Kesehatan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kebijakan baru tentang obat kanker dikeluhkan oleh penyintas (Foto: Ayunda Septiani/detikHealth)
Jakarta - Baru-baru ini pemerintah menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan yang mengeluarkan obat kanker Bevacizumab dan Cetuximab dari Formularium Nasional (Fornas). Kedua obat ini diberikan untuk pengobatan kanker kolorektal dan kanker nasofaring.

Adanya keputusan ini membuat komunitas penyintas kanker angkat bicara. Mereka menganggap keputusan Menkes akan menurunkan manfaat bagi peserta JKN khususnya penyintas kanker.

"Kami sangat prihatin dengan adanya permenkes ini. Dalam paparan tersebut, disampaikan bahwa 2 obat ini, terapi target, tidak efektif. Permenkes ini sangat merugikan pasien khususnya kanker kolorektal," kata salah satu pendiri Cancer Information and Support Center (CISC), Aryanti Baramuli Putri, saat dijumpai di daerah Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/3019).



Aryanti juga menambahkan adanya keputusan ini memberi kesan pemerintah mengorbankan pelayanan kesehatan dan tidak berempati pada penyintas kanker.

"Bagaimana dengan nyawa kami? Satu menit saja hidup kami sangat berarti," tambah Aryanti yang juga seorang penyintas kanker.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, mengatakan kedua obat yang dihapuskan dari fornas ini merupakan obat target terapi dan sangat berpengaruh untuk memperpanjang harapan hidip dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.

"Keputusan ini menyiratkan Pemerintah tidak belajar dari kasus tahun lalu yang mengeluarkan Transtuzumab. Mengorbankan pelayanan kesehatan bagi peserta JKN," pungkasnya.




Simak juga video 'Mengenal Faktor Risiko Kanker Usus':

[Gambas:Video 20detik]


Kata Penyintas Soal 2 Obat Kanker Usus yang Tak Ditanggung BPJS Kesehatan
(kna/up)