Selasa, 26 Feb 2019 16:35 WIB

Cacat Genetik akibat Incest, Bisakah Dikoreksi?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Incest berisiko melahirkan keturunan dengan cacat genetik (Foto: iStock) Incest berisiko melahirkan keturunan dengan cacat genetik (Foto: iStock)
Jakarta - Kelainan genetik menjadi risiko dari incest atau hubungan seks dengan keluarga sedarah. Berbagai kelainan genetik, seperti thalasemia dan hemofilia bisa muncul pada kasus incest.

Bisakah kelainan genetik itu dicegah? Pakar genetika dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Dr dr Andi Nanis Sacharina Marzuki, SpA(K) mengatakan ada cara untuk mencegahnya.

"Dicegahya dengan tidak menikah, tidak punya anak," ujarnya kepada detikHealth, Selasa(26/2/2019).



dr Nanis menambahkan, ilmu kedokteran saat ini belum mencapai titik untuk menyempurnakan genetik dengan terapi gen, misal membuat gen yang salah menjadi benar.

Perlu diingat, kelainan genetik pada keturunan incest tidak terjadi bila pelaku incest tidak memiliki gen yang membawa sifat kelainan genetik. Kelainan genetik terjadi saat kedua pasangan membawa gen yang mengandung kelainan yang sama bertemu.

"Jadi di orangnya pembawa tapi nggak terlihat mengalami kelainan seperti orang sehat lainnya, nah untuk menurun ke anaknya ada 50 persen anaknya pembawa sifat, ada 25 persen anaknya sehat tidak membawa untuk satu jenis kelainan itu, dan ada 25 persen sakit secara klinis ya, misal talasemia, kelainan hemoglobin yang menyebabkan anak menjadi anemia," jelas dr Nanis.

(wdw/up)
News Feed