Selasa, 26 Feb 2019 20:07 WIB

Harap Sabar! Vaksin Penangkal Sperma Sedang Diteliti di Unair

Roshma Widiyani - detikHealth
Peneliti dari Universitas Airlangga (Unair) sedang meneliti vaksin yang bisa digunakan sebagai metode kontrasepsi.  Foto: iStock Peneliti dari Universitas Airlangga (Unair) sedang meneliti vaksin yang bisa digunakan sebagai metode kontrasepsi. Foto: iStock
Jakarta - Metode kontrasepsi atau perencanaan kehamilan segera bertambah. Saat ini peneliti dari Universitas Airlangga (Unair) sedang meneliti vaksin yang bisa digunakan sebagai metode kontrasepsi.

"Tahap yang kita lakukan sekarang adalah memetakan karakter sel telur wanita Indonesia. Tiap ovum ternyata punya ciri khas sehingga vaksin yang dihasilkan mungkin punya lingkup terbatas. Artinya persiapan sebelum pemberian vaksin lebih spesifik, dengan efek samping minim," kata peneliti vaksin Unair Prof Chairul Anwar Nidom pada detikHealth, Selasa (26/2/2019).


Sel telur pada wanita menjadi pilihan peneliti untuk menerapkan vaksin kontrasepsi. Menurut Prof Nidom, sel telur punya kemampuan seleksi sperma alami. Kemampuan alami inilah yang menjadi dasar pengembangan teknologi kontrasepsi. Vaksin dirancang sedemikian rupa sehingga tubuh wanita bisa menolak sperma saat tidak punya rencana hamil, meski tetap berhubungan seksual dengan pasangannya.

Menurut Nidom, vaksin kontrasepsi nantinya menumpang pada influenza yang sudah ada. Bentuknya mirip dengan vaksin bivalen atau pentavalen yang telah beredar di masyarakat. Nidom menyebut teknologi ini sebagai knock out.

Teknologi serupa juga tengah dikembangkan di India dan China. Nidom mengatakan, peneliti di kedua negara sudah usai memetakan karakter sel telur penduduk wanitanya. Nidom yakin Indonesia segera menyusul kemajuan teknologi di kedua negara tersebut, hingga mampu menyediakan vaksin kontrasepsi.

(up/up)