Selasa, 05 Mar 2019 14:59 WIB

Mengenal Kegemukan, Seberapa Batasnya Tak Lagi 'Sehat'?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi kegemukan. Foto: iStock
Jakarta - Tubuh yang gemuk dianggap oleh beberapa orang tidak sehat, namun menurut pakar obesitas dari Light House, dr Grace Judio-Kahl, bila orang yang berbadan gemuk tidak memiliki keluhan apapun, maka bisa saja orang tersebut dikatakan sehat.

"Bisa saja. Beberapa orang memiliki pelindung terhadap penyakit kardiovaskular sehingga tampak sehat. Misalnya bila dapat produksi adiponektin (zat yang dihasilkan oleh lemak, berfungsi mengatur metabolisme glukosa dan resistensi insulin)," katanya kepada detikHealth, Selasa (5/3/2019).

Akan tetapi ia menggaris bawahi soal tubuh yang gemuk bisa meningkatkan risiko terserang penyakit. Penyakit yang biasa menyertai orang bertubuh gemuk adalah sindroma metabolik, yaitu kumpulan gejala akibat tumpukan lemak perut sebelah dalam atau abdominal fat.

"Penyakit ini biasanya tidak ada keluhan apapun, kecuali bila sudah terlambat. Biasanya ketemu waktu medical check up. Kalau nggak dirasain (keluhannya), nggak pernah medical check up, bisa tidak berasa apa-apa," imbuhnya lagi.


Ia melanjutkan, studi jangka panjang yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menunjukkan semakin gemuk orang maka kemungkinan terjadi penyakit kardiovaskular akan meningkat. Kategori risiko penyakit kardiovaskular ini memakai standar body mass index atau indeks massa tubuh (IMT).

Pada umumnya, seseorang dikatakan relatif sehat bila memiliki IMT di bawah angka 25. Di dalam rentang angka 25 hingga 30, sudah termasuk kegemukan dengan risiko yang meningkat, sementara 30 hingga 40 sudah termasuk obesitas, dan di atasnya lagi sudah tergolong obesitas kronis.

Dihubungi dalam kesempatan yang berbeda, ahli gizi DR Dr Saptawati Bardosono, MSc menyebutkan untuk pengukuran IMT perlu dibarengi dengan pemeriksaan komposisi lemak tubuh dan lingkar pinggang karena penumpukan lemak terutama di sekitar perut yang lebih berbahaya. Karena pada beberapa orang yang tercatat IMT-nya berlebih namun ternyata hanya berat di massa otot, contohnya seperti binaragawan Ade Rai.



Simak Juga 'Persiapan Ekstra RS Tangani Titi Wati, Wanita 350 Kg Asal Palangkaraya':

[Gambas:Video 20detik]


Mengenal Kegemukan, Seberapa Batasnya Tak Lagi 'Sehat'?
(frp/up)