Senin, 11 Mar 2019 14:19 WIB

Indonesia Vs Singapura, Mana yang Kualitas Kesehatan Warganya Lebih Baik?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Menkes Nila F Moeloek (Foto: Lamhot Aritonang) Menkes Nila F Moeloek (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Angka harapan hidup Indonesia memang terus meningkat hingga mencapai 71,48 tahun pada 2017. Angka ini memang masih lebih rendah dibanding Singapura yang mencapai 84,79 tahun. Namun ternyata kualitas kesehatan warga Indonesia dan Singapura tidak jauh berbeda.

Dalam data Kementerian Kesehatan RI, warga Indonesia dalam kondisi sehat hingga usia 62,65 tahun. Dengan angka harapan hidup hingga 71,48 tahun,artinya masyarakat menjalani 8,83 tahun sisa hidupnya dalam kondisi sakit. Mereka berisiko menjadi beban bagi lingkungan sekitar.

Angka tersebut lebih rendah dibanding Singapura yang mencapai 10,57 tahun. Artinya warga Singapura menjalani sisa hidup selama sekitar 1 dasawarsa dalam kondisi kurang produktif. Dalam data Kemenkes, warga Singapura dalam kondisi sehat hingga usia 74,22 tahun meski harapan hidup mencapai 84,79 tahun.

"Kita sempat bertemu pemerintah Singapura dan sama-sama mengeluhkan peningkatan kasus diabetes. Hal ini menegaskan besarnya pengaruh penyakit, yang sebetulnya bisa dicegah ini, pada produktivitas warga dan kondisi negara," ujar Menteri Kesehatan Nila Moeloek pada Rapat Kerja Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) pada Senin (11/3/2019).



Usia sehat terkait langsung dengan besarnya beban yang harus ditanggung negara. Dengan usia sehat dan harapan hidup yang makin rendah, maka biaya yang ditanggung BPJS Kesehatan semakin besar. Kondisi sebaliknya terjadi bila usia sehat dan harapan hidup meningkat.

Lamanya usia sehat juga berdampak langsung pada produktivitas warga. Sehat memungkinkan warga lansia tetap bertanggung jawab atas hidupnya, tanpa perlu menjadi beban lingkungan sekitar.

Menkes Nila kembali mengingatkan pentingnya pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku yang meliputi rutin olahraga, makan sayur dan buah, serta tidak merokok ini harus dilakukan sejak masih berusia muda. Pola hidup sehat terbukti efektif mencegah penyakit diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung.

(up/up)