Sabtu, 16 Mar 2019 18:47 WIB

Ada Orang Merokok di Bioskop? YLKI: Laporkan atau Viralkan Juga Boleh

Rosmha Widiyani - detikHealth
Bioskop maupun pusat-pusat perbelanjaan pada umumnya seharusnya termasuk dalam kawasan bebas asap rokok (Foto: Sapta Agung Pratama) Bioskop maupun pusat-pusat perbelanjaan pada umumnya seharusnya termasuk dalam kawasan bebas asap rokok (Foto: Sapta Agung Pratama)
Jakarta - Sebuah video yang sempat viral di media sosial memperlihatkan seorang pria yang merokok di dalam bioskop. Menurut pengakuan pemilik akun @sykojuice1986, pria tersebut sudah melakukannya sejak film dimulai.

Menanggapi kejadian tersebut, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyarankan untuk tidak ragu menyiarkan pelanggaran serupa. Bioskop, layaknya tempat umum lain, adalah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang melarang adanya iklan atau jejak lain dari produk tembakau tersebut.

"Merekam, mengunggah, dan memviralkan video pelanggaran KTR adalah cara menegur yang paling efektif. Pelanggar akhirnya malu dan berpikir ulang jika akan mengulangi perbuatannya. Jika tidak bisa memvideokan, laporkan pada petugas di sekitar fasilitas umum," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi pada detikHealth, Sabtu (16/3/2019).



Namun bagaimanapun, merekam dalam video dan memviralkan masuk dalam opsi abu-abu. Apalagi bila tidak didahului dengan konfirmasi yang cukup, bisa-bisa yang terjadi adalah persekusi oleh orang lain yang belum tentu tahu masalah sebenarnya.

Menurut Tulus, melaporkan pada pihak berwajib adalah cara yang paling aman. Cara ini mencegah pelapor terlibat konflik dengan pelanggar. Hal ini terkait belum adanya perlindungan pada pelapor kasus pelanggaran KTR.



Sesuai peraturan bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tahun 2011, ada 8 tempat yang terkategori KTR. Tempat tersebut adalah fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum, dan tempat lainnya yang ditetapkan. Pelanggaran berupa aneka bentuk promosi atau konsumsi rokok berisiko sanksi yang bisa berupa teguran hingga pencabutan izin.

Jadi pilih mana nih, laporkan atau viralkan? Sebutkan alasannya di komentar.

(up/up)
News Feed