Minggu, 17 Mar 2019 15:52 WIB

Jelang Debat Cawapres, Perhimpunan RS Soroti Utang BPJS Kesehatan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Perhimpunan RS soroti utang BPJS Kesehatan. Foto: Grandyos Zafna/detikHealth Perhimpunan RS soroti utang BPJS Kesehatan. Foto: Grandyos Zafna/detikHealth
Jakarta - Utang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan jadi sorotan menjelang Debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada Minggu (15/3/2019) malam. Utang berasal dari biaya layanan medis peserta di berbagai jenjang fasilitas kesehatan yang belum dibayar BPJS Kesehatan.

Menurut Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Kuntjoro Adi Purjanto, pembayaran utang sebetulnya makin baik seiring tahun. Jumlah klaim yang dispute juga semakin kecil, yang membuktikan adanya sistem dan komunikasi yang baik antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan.

"Perbaikan terus bergulir karena utang tetap harus dibayar. Yang penting adalah kontrol karena sistem belum terbukti kualitasnya tanpa pengawasan yang baik. Dispute klaim yang makin kecil ini tentu harus terus diperbaiki," kata Kuntjoro di sela peringatan Hari Ginjal Sedunia.



Selain kaitan rumah sakit dan BPJS Kesehatan, Kuntjoro juga menyoroti kesamaan hak atas layanan kesehatan yang berkualitas. Menurut Kuntjoro, pemerintah sebaiknya turun tangan bila rumah sakit tak memiliki kecukupan sarana dan tenaga yang kompeten. Rumah sakit tak bisa berbuat banyak tanpa sarana dan tenaga yang memadai.

Kuntjoro menyinggung distribusi dokter yang menurutnya masih terpusat di kota besar. Akibatnya, kompetensi dokter tak dirasakan di seluruh Indonesia meski secara jumlah sudah mencukupi. Hal ini bisa diatasi lebih efektif dengan peran serta pemerintah.

(up/up)
News Feed