Kamis, 21 Mar 2019 04:42 WIB

Soal Obat Kanker yang Dihapus dari Fornas, Menkes Tunggu Laporan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Obat kanker kolorektal dihapus dari formularium nasional (Foto: thinkstock) Obat kanker kolorektal dihapus dari formularium nasional (Foto: thinkstock)
Jakarta - Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, sebelumnya menyatakan obat kanker kolorektal jenis Bevacizumab dan Cetuximab ditunda penghapusannya pada Fornas (Formularium Nasional) sampai ditemukan formula kebijakan yang tepat untuk penyintas kanker kolorektal.

Namun belum lama ini, Menkes berujar keputusan untuk penundaan tersebut dicabut sampai IKABDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digensif Indonesia) bisa memberikan indikasi mengenai pemberian obat kanker kolorektal.

"Jadi saya menunggu laporan, tentunya kita harus punya evidence based, kalau IKABDI bisa membuktikan indikasi tepat bisa meningkatkan kualitas hidup persis seperti kanker payudara, trastuzumab, maka tetap diberikan, yang tidak ya jangan diberikan. Karena itu bisa memperpendek umurnya ini harus tepat," ujar Menkes saat dijumpai detikHealth, Rabu (20/3/2019).



Menkes mengatakan tunda dalam arti kalau betul ada yang bisa direstriksi atau pemberian dengan kondisi terbatas akan bisa diubah persyaratannya bagi kanker kolorektal metastasis dengan indikasi pemeriksaan lab. Pemberian akan dipertimbangkan jika memang terdapat manfaat secara khusus.

"(Fornas-red) berlaku karena memang belum ada bukti, karena bukti yang dari HTA mengatakan ini sebenarnya tidak terlalu. Makanya lebih baik kalau saya bilang preventif itu. Tapi ingat, obat kanker tetap diberikan loh," tambahnya.

"Artinya tetap diberikan oabt kanker tapi untuk dua itu harus hati-hati, karena semua dokter begitu kolorektal ngasih, itu satu obat luar biasa mahal, kan bisa nolong yang lain," pungkasnya.

(kna/up)
News Feed