Kamis, 21 Mar 2019 10:47 WIB

Pijat dan Menghentak Leher Usai Cukur Rambut, Enak atau Menyeramkan?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Pijat leher punya risiko tapi tetap banyak yang menyukainya (Foto: iStock) Pijat leher punya risiko tapi tetap banyak yang menyukainya (Foto: iStock)
Jakarta - Para dokter tidak pernah menyarankan pijat leher usai cukur rambut yang biasanya diakhiri dengan hentakan dengan bunyi khasnya, "Krekk!" Namun begitu, tak sedikit juga yang menikmatinya.

Dalam sebuah kisah yang viral di media sosial belakangan ini, seorang pria mengalami kerusakan saraf phrenic setelah pijat leher. Dampaknya, otot pernapasannya lumpuh dan harus menggunakan ventilator seumur hidup.

Hentakan leher hingga berbunyi 'Krek!' juga dikaitkan dengan risiko saraf kejepit. Beban berlebih pada bantalan tulang belakang di leher bisa cedera karenanya, dan bisa memicu kerusakan pembuluh darah.

"Kalau bantalan masih bagus, masih aman karena dia membal. Keluar, masuk lagi. Tapi kalau bantalan ini sudah rusak, dia keluar nggak bisa masuk lagi," kata dr Phedy, SpOT(K) anggota Sports, Shoulders & Spine Clinic di Siloam Hospitals Kebon Jeruk dalam sebuah wawancara dengan detikHealth.



Walau tidak disarankan, kenyataannya tetap banyak yang melakukan dan mengaku mendapatkan sensasi 'lega' setelah lehernya dihentak saat pijat. Banyak juga di antaranya yang mengaku sudah melakukan hal itu bertahun-tahun dan tidak merasakan dampak negatifnya.

Punya pendapat soal kebiasaan pijat dan menghentakkan leher usai cukur rambut? Tuliskan di komentar.



Pijat dan Menghentak Leher Usai Cukur Rambut, Enak atau Menyeramkan?
(up/fds)