Minggu, 24 Mar 2019 17:33 WIB

Bekam Tanduk

Selain Tanduk, Berbagai Media Ini Juga Bisa Dipakai untuk Bekam

Firdaus Anwar - detikHealth
Bekam tanduk. Foto: Muhammad Ridho Bekam tanduk. Foto: Muhammad Ridho
Topik Hangat Bertanduk karena Bekam
Jakarta - Bekam adalah terapi tradisional di mana kulit dihisap dengan menggunakan alat khusus. Tujuannya untuk memperlancar sirkulasi darah dan membuang 'racun' tubuh.

Nah dalam praktik saat ini ada berbagai macam bentuk terapi bekam menggunakan media tertentu. Salah satu yang populer adalah bekam dengan menggunakan mangkuk plastik, namun ada juga yang memakai tanduk, bambu, kaca, hingga metal.

Bekam dengan media mangkuk plastik populer karena relatif lebih mudah digunakan dan dibersihkan. Biasanya alat dijual di toko-toko kesehatan lengkap dengan penyedot vakumnya sehingga siapa saja bisa melakukan bekam.


Nah kalau bekam dengan tanduk, bambu, metal, atau kaca lebih rumit karena membutuhkan sumbu api untuk menciptakan efek vakum. Jadi sebelum media ditaruh di atas kulit terapis harus membakarnya terlebih dahulu dengan cermat, tidak terlalu panas hingga bisa menimbulkan luka bakar tapi juga tidak terlalu dingin sehingga tidak bisa menempel di kulit.

Majid dari Forum Komunikasi Paranormal dan Penyembuhan Alternatif (FKPPAI) mengatakan ia sendiri memilih menggunakan media tanduk untuk bekam karena tradisi.

"Ya dari belajar sama guru di Kalimantan pakai Tanduk. Emang bekam kita awalnya pakai tanduk," kata pria yang biasa menerima panggilan praktik di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini kepada detikHealth, ditulis Minggu (24/3/2019).

Sementara itu menurut Konsultan dan Terapis Rumah Sehat Herba, Nurhayati Abbas, sisi negatifnya bekam yang lebih tradisional seperti dengan tanduk bisa lebih berisiko terhadap infeksi.

"Bekam tradisional, (alatnya -red) biasanya dapet dari generasi sebelumnya. Kurang steril ya kalau untuk bekam basah," tutur terapis bersertifikat dari Asosiasi Bekam Indonesia (ABI) tersebut.

(fds/frp)
Topik Hangat Bertanduk karena Bekam