Rabu, 03 Apr 2019 14:07 WIB

Khasiat Minyak 'Sakti', Menyembuhkan atau Hanya Pendamping?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi pijat menggunakan minyak gosok. Foto: iStock Ilustrasi pijat menggunakan minyak gosok. Foto: iStock
Jakarta - Dalam kehidupan kita tak bisa lepas dengan khasiat herbal minyak gosok, mulai dari untuk pijat, menghangatkan diri, mengatasi kondisi seperti pusing atau mual, dan bahkan 'klaim' menyembuhkan penyakit. Namun benarkah minyak-minyak ini punya khasiat 'sakti'?

Dihubungi detikHealth, Danang Ardiyanto, peneliti B2PTOOT Balitbang Kementerian Kesehatan dan Koordinator Klinik Herbal Mediscus menyatakan soal klaim khasiat disesuaikan dengan aturan Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) bahwa tidak boleh menyebutkan kata 'menyembuhkan'.

"Kecuali kalau sudah berbentuk fitofarmaka yang setara obat modern. Yang masih berbentuk jamu dengan khasiat turun-temurun nggak boleh menyebut 'menyembuhkan'. Aturan ini berlaku untuk semua obat tradisional yang teregistrasi BPOM dalam bentuk gosok, oles, minum, dan lain-lain," kata Danang melalui sambungan telepon, Rabu (2/4/2019).


Minyak gosok, lanjutnya, saat ini sifatnya masih disebut sebagai pendamping atau komplementer. Yang berarti fungsinya adalah untuk membantu dan meringankan gejala, misalnya pegal linu (walau istilah ini tidak ada dalam dunia medis), membantu menyegarkan tubuh, dan meredakan batuk dan pilek.

Obat herbal terbagi menjadi tiga, yaitu jamu, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka. Minyak gosok saat ini lebih banyak terdaftar sebagai jamu yang khasiatnya bersifat turun temurun karena belum ada uji klinis dan risetnya lebih lanjut.

"(Sedangkan) OHT sudah melalui tahap pra klinis yaitu uji pada hewan. Bahan baku sudah mulai distandarkan. Untuk fitofarmaka sudah melalui uji klinis pada manusia dan sudah sama dengan obat kimia lainnya, yang ini sudah bisa menyebut diri 'menyembuhkan'" tandasnya.

(frp/up)
News Feed