Kamis, 04 Apr 2019 08:16 WIB

Round Up

Minyak Gosok Bisa Menyembuhkan Segala Penyakit, Benarkah?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Minyak gosok sering diklaim sebagai obat yang menyembuhkan. (Foto: iStock) Minyak gosok sering diklaim sebagai obat yang menyembuhkan. (Foto: iStock)
Jakarta - Klaim minyak gosok dapat menyembuhkan berbagai penyakit kerap ditemukan dalam iklan di berbagai media. Klaim ini kerap dilengkapi testimoni pengguna yang menyatakan telah merasakan manfaat minyak gosok. Bagi masyarakat yang sedang sakit, klaim minyak gosok memberikan harapan segera sembuh.

Menanggapi klaim ini, Koordinator Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Danang Ardiyanto mengingatkan masyarakat jangan sampai tertipu berbagai iklan yang beredar. Minyak gosok adalah produk jamu yang khasiatnya dirasakan turun temurun, minimal 3 generasi yang setara 50 tahun.

"Tidak boleh ada klaim menyembuhkan sampai ada uji klinis pada manusia, yang berarti produk tersebut sudah masuk fitofarmaka. Selama tidak ada uji klinis berarti sifatnya hanya membantu meredakan gejala penyakit," kata Danang pada detikcom, Rabu (3/4/2019).


Minyak gosok saat ini sifatnya masih disebut sebagai pendamping terapi utama atau komplementer. Yang berarti fungsinya adalah untuk membantu dan meringankan gejala, misalnya pegal linu (walau istilah ini tidak ada dalam dunia medis), membantu menyegarkan tubuh, dan meredakan batuk dan pilek.

Danang mengatakan, klaim hanya berdasarkan testimoni tidak seharusnya disertakan pada iklan atau teknik pemasaran produk lainnya. Klaim harus berdasarkan riset dan bukti ilmiah untuk membuktikan keamanan dan khasiatnya. Sayangnya, kemauan produsen untuk melakukan riset lebih dalam terkit produknya masih sangat minim.


Klaim bisa menyembuhkan hanya bisa dinyatakan produk fitofarmaka yang telah melalui uji klinis. Uji ini memungkinkan produk herbal memiliki kualitas sama dengan obat kimia yang sering diresepkan pada masyarakat umum. Sama seperti jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT) juga tidak boleh menggunakan klaim mampu menyembuhkan. OHT menandakan produk herbal telah melalui uji pra klinis pada hewan coba.

"Produk minyak gosok belum ada yang Obat Herbal Terstandar (OHT) atau fitofarmaka, umumnya masih berbentuk jamu dengan khasiat turun temurun. Produsen umumnya merasa tanpa riset aja sudah laku, jadinya malas meneliti lebih lanjut. Di sini butuh peran negara sehingga bisa ada riset supaya terbukti aman dan berkhasiat secara ilmiah," kata Danang.

Dengan kondisi ini, Danang berharap masyarakat tak lagi tergoda overklaim yang dilakukan produsen minyak gosok. Penyembuhan hanya bisa diperoleh dari obat yang telah terbukti secara ilmiah, bukan sekadar klaim dari sekelompok orang yang menyatakan pernah menggunakan produk tersebut.

(up/up)
News Feed