Rabu, 10 Apr 2019 11:29 WIB

Kemungkinan Alasan Pelaku Tega Melakukan Pengeroyokan pada Siswi SMP

Widiya Wiyanti - detikHealth
Pengeroyokan siswi SMP di Pontianak. Foto: Ilustrasi: Fuad Hashim Pengeroyokan siswi SMP di Pontianak. Foto: Ilustrasi: Fuad Hashim
Jakarta - Masyarakat Indonesia tengah dibuat geram oleh tindakan 12 siswa SMA yang melakukan tindakan pengeroyokan pada siswi SMP, Audrey di Pontianak. Menurut laporan, korban telah mengalami kekerasan fisik dan psikis, seperti ditendang, dipukul, serta diseret sampai kepalanya berbenturan ke aspal. Bahkan ada beredar kabar bahwa korban juga mengalami kekerasan seksual.

Netizen pun heran mengapa para pelaku bisa setega itu melakukan hal buruk pada korban. Menurut Psikolog Klinis, Ciputra Medical Center, Christina Tedja, M.Psi, kemungkinan kemampuan pengendalian emosi para pelaku tidak baik.

"Kemampuan pengendalian emosi mereka tidak baik kemudian dilampiaskan ke dalam perilaku," ujarnya kepada detikHealth, Rabu (10/4/2019).



Wanita yang akrab disapa Tina itu menambahkan, kondisi tersebut ditentukan oleh beberapa hal, yaitu pola asuh dan lingkungan. Pola asuh dalam keluarga pastinya membentuk pribadi seseorang.

Video: KPAI Pertanyakan Rasa Empati Pelaku Kekerasan di Pontianak

[Gambas:Video 20detik]



Begitu juga dengan lingkungan, baik lingkungan di rumah maupun teman sepermainan sedikit banyak pasti menentukan perilaku seseorang, misalnya bagaimana ia mengendalikan emosi.

"Apalagi itu kan ada 12 orang ya, pasti ada otak yang nyatuin 'ini kita apain'. Nah yang pengendalian emosinya tidak baik yang bakal para perilakunya," tandas Tina.

(wdw/wdw)
News Feed