Selasa, 16 Apr 2019 14:50 WIB

210 Pasien RS Jiwa Grogol Tak Mencoblos, Ternyata Ini Alasannya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sosialisasi pemilu pada pengidap gangguan jiwa (Foto: Agung Pambudhy) Sosialisasi pemilu pada pengidap gangguan jiwa (Foto: Agung Pambudhy)
Topik Hangat Nyoblos di Rumah Sakit
Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP-PDSKJI) memperkirakan, lebih dari 3.500 orang dengan disabilitas mental terdaftar dalam daftar pemilih tahun 2019. Hak memilih pada ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) sebetulnya sama dengan masyarakat lainnya, tetapi ada poin penting yang tetap harus diperhatikan.

"ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) tidak bisa dibatasi. Tapi kalau pada saat itu dia berhalangan, ya nggak bisa dipaksa," kata Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan atau RSJ Grogol, dr Laurentius Panggabean saat ditemui detikHealth, Selasa (16/4/2019).

Ia menambahkan selama pasien punya KTP, berumur 17 tahun, dan terdaftar di DPT (daftar pemilih tetap) maka mereka berhak memilih.



"Di sini ada yang punya KTP tapi kita minta dipulangkan karena memang sudah sembuh, sudah pulih. Kita nggak bisa menahan-nahan. ada keluarga pasien yang berjanji membawa pulang hari ini, tercatat ada 21 pasien dipulangkan," tambahnya.

Ini berarti 21 pasien tersebut akan mengikuti pemilu di TPS masing-masing. Karena mereka yang dipulangkan tersebut sudah dinyatakan sembuh oleh dokter.

"Tapi kalau dia masuk hari ini atau lima hari yang lalu kemungkinan dia nggak bisa (memilih-red) karena belum stabil," pungkasnya.




Ena-ena Mantap Memilih Bareng Om PMR feat Indro Warkop:

[Gambas:Video 20detik]


210 Pasien RS Jiwa Grogol Tak Mencoblos, Ternyata Ini Alasannya
(kna/up)
Topik Hangat Nyoblos di Rumah Sakit