Sabtu, 20 Apr 2019 13:20 WIB

Gangguan Stres Pasca Pemilu, Beneran Ada Nggak Sih?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Banyak yang memperkirakan gangguan jiwa meningkat usai pemilu (Foto: Ari Saputra) Banyak yang memperkirakan gangguan jiwa meningkat usai pemilu (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Gangguan stres pasca pemilu atau Post Election Stress Disorder (PESD) banyak disebut belakangan ini. Tapi sebenarnya, gangguan semacam itu beneran ada nggak sih?

Yang pasti, istilah ini tidak ditemukan dalam DSM-5 (The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition). Ini adalah panduan diagnosis gangguan jiwa yang dianut oleh para ahli kesehatan jiwa saat ini.

Artinya, secara resmi memang tidak dikenal. Namun dalam kenyataan, meningkatnya gangguan kejiwaan seusai pemilihan umum memang banyak diantisipasi. Sejumlah rumah sakit bahkan menyiapkan ruangan khusus untuk mengantisipasi peningkatan gangguan jiwa usai pemilu.

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel dalam pesannya kepada wartawan menyinggung istilah PESD pertama kali muncul pada sekitar tahun 2016-2017. Pada masa itu, The American Psychological Association menemukan bahwa warga Amerika Serikat mengalami lonjakan kecemasan.

"Gejalanya, antara lain, adalah perasaan bahwa masa depan tak menentu, pupusnya rasa aman, keenganan untuk bersosialisasi, dan ketidakberdayaan," tulisnya.



Dalam pemilu di Indonesia kali ini pun, Reza melihat kecenderungan yang sama. Polemik quick count dan exit poll misalnya, menciptakan benturan narasi yang deras berseliweran.

"Sisi kiri kepala, mulai dari belakang lubang mata hingga tengkuk, juga sudah sakit nyut-nyutan. Nyeri," kata Reza, menggambarkan perasaannya sendiri.

Bahkan yang mencemaskan, anak-anak juga tidak kebal terhadap risiko stres akibat dihantui isu-isu pascapemilu. Reza mencontohkan di Inggris terjadi lonjakan 35 persen anak-anak yang membutuhkan bantuan profesional karena masalah tersebut.

"Benar sudah ungkapan: Pesta (demokrasi) memang memunculkan suka cita. Tapi penat luar biasa sesudahnya," ungkap Reza.

(up/up)
News Feed