Rabu, 01 Mei 2019 16:18 WIB

Facial Vampir Disebut Berkaitan dengan Dua Kasus HIV

Firdaus Anwar - detikHealth
Facial vampir sempat populer setelah selebriti seperti Kim Kardashian melakukannya. (Foto ilusrasi: ABC Australia) Facial vampir sempat populer setelah selebriti seperti Kim Kardashian melakukannya. (Foto ilusrasi: ABC Australia)
Jakarta - Kalau kamu penasaran ingin mencoba tren kesehatan atau kecantikan, sebaiknya benar-benar pastikan kalau itu aman. Alasannya karena bisa jadi ada risiko di balik hal tersebut.

Sebagai contoh dilaporkan ada dua kasus infeksi human immunodeficiency virus (HIV) baru di New Mexico, Amerika Serikat, yang oleh petugas kesehatan disebut berkaitan dengan prosedur facial vampir atau facial darah di salah klinik kecantikan setempat.


Facial vampir adalah teknik di mana plasma darah kaya trombosit disuntikkan ke kulit wajah klien sendiri. Tujuannya untuk membuat kulit jadi lebih awet muda karena plasma darah diklaim bisa membantu produksi protein pendukung jaringan ikat bernama kolagen.

Ahli penyakit dalam dr Ehsan Ali dari Beverly Hills Concierge Doctor berkomentar facial vampir memang bisa memiliki risiko terjadinya infeksi bila dilakukan sembarangan. Hal ini biasanya terjadi ketika praktisi menggunakan jarum yang sama berulang atau menggunakan darah orang lain.

"Pastikan saja semua persiapan dilakukan di depan kamu. Pastikan juga apakah mereka menggunakan alat baru, mengganti jarumnya," kata dr Ehsan seperti dikutip dari CNN, Rabu (1/5/2019).

Dalam kasus ini sendiri petugas kesehatan New Mexico masih melakukan penyelidikan menjalankan pemeriksaan kesehatan pada klien lainnya. Sementara itu klinik kecantikan terkait sudah ditutup sejak September 2018 karena melakukan praktik berbahaya.

(fds/kna)