Jumat, 03 Mei 2019 15:13 WIB

Putus Kontrak, Ini Alasan RSUD di Jakarta Tetap Bisa Layani Pasien BPJS

Firdaus Anwar - detikHealth
RSUD Mampang tetap melayani pasien BPJS Kesehatan meski sudah putus kontrak. (Foto: Firdaus/detikHealth) RSUD Mampang tetap melayani pasien BPJS Kesehatan meski sudah putus kontrak. (Foto: Firdaus/detikHealth)
Topik Hangat Putus Kontrak RS-BPJS
Jakarta - Beberapa rumah sakit (RS) kembali dilaporkan mengalami pemberhentian ikatan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan karena masalah akreditasi. Di DKI Jakarta sendiri setidaknya ada 11 RS yang terdampak.

Namun demikian masyarakat diyakinkan untuk tidak terlalu khawatir. Alasannya karena menurut Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Khafifah Any pelayanan peserta BPJS Kesehatan tetap bisa dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

RSUD Mampang Prapatan salah satu contohnya hingga Jumat (3/5/2019) masih melayani pasien BPJS Kesehatan. Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Mampang Prapatan dr Gafar Hartatiyanto menjelaskan ini karena RSUD memanfaatkan sistem rujuk balik.


Rujuk balik adalah program yang diterapkan BPJS Kesehatan di mana pasien yang sudah dinyatakan pulih dapat dirujuk kembali ke fasilitas di level bawah. Tujuannya untuk mengurangi beban penumpukan pasien di fasilitas kesehatan tertentu dan meningkatkan kualitas pelayanan.

"Sistem rujuk kembali ini berlaku 30 hari. Jadi sebelum ada penghentian sementara kerja sama oleh BPJS kita masih punya pasien-pasien sisa yang masih terdaftar di rumah sakit ini. Mungkin sampai besok, minggu depan, atau dua minggu lagi direncanakan kontrol di rumah sakit mampang," kata dr Gafar kepada detikHealth, Jumat (3/5/2019).

"Kemudian untuk pasien baru dengan penghentian kerja sama, secara otomatis sistem milik BPJS sudah mengunci kita. Otomatis yang dari puskesmas mereka nggak bisa merujuk lagi ke kita karena nama kita hilang," lanjutnya menambahkan bahwa pasien baru akan dirujuk ke RS lain yang masih bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Terakhir untuk pasien gawat darurat, terdaftar atau tidak di BPJS Kesehatan menurut dr Gafar RSUD tetap bisa memberikan pelayanan karena sudah ada aturannya. Hal ini merujuk pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.

(fds/up)
Topik Hangat Putus Kontrak RS-BPJS
News Feed