Rabu, 08 Mei 2019 10:05 WIB

Picu Kontroversi, Menkes Norwegia Bebaskan Orang Merokok dan Minum Alkohol

Firdaus Anwar - detikHealth
Sylvi membuat kontroversi ketika menyebut akan membiarkan orang-orang merokok. (Foto: BBC) Sylvi membuat kontroversi ketika menyebut akan membiarkan orang-orang merokok. (Foto: BBC)
Jakarta - Menteri Kesehatan Norwegia yang baru, Sylvi Listhaug, menuai kontroversi ketika dirinya mengatakan akan membiarkan orang-orang bebas merokok, makan, dan minum-minuman beralkohol. Pengkritik menyebut komentar Sylvi berpotensi membahayakan kesehatan publik.

Sylvi menyebut sudah lama perokok dibuat seolah-olah sebagai masyarakat kelas bawah. Oleh karena itu ia ingin mengubahnya dengan tidak akan membuat larangan tertentu namun tetap memberikan informasi kesehatan agar tidak banyak pemuda mulai mencoba rokok.


"Saya tidak akan menjadi polisi moral dan memberitahu orang-orang harus hidup seperti apa, saya berniat membantu dengan menyediakan informasi yang bisa jadi landasan pengambilan keputusan," kata Sylvi seperti dikutip dari BBC, Rabu (8/5/2019).

"Saya pikir banyak perokok merasa seperti direndahkan. Mereka dibuat merasa harus sembunyi-sembunyi, dan saya pikir ini adalah sesuatu yang bodoh. Meski merokok tidak baik karena buruk untuk kesehatan, orang dewasa bisa membuat keputusannya sendiri," lanjutnya.

Sylvi sendiri mengaku ia sesekali merokok pada kesempatan sosial.

Asosiasi Kanker Norwegia mengatakan komentar Menteri Kesehatan Sylvi punya potensi buruk karena dapat mengubah cara berpikir masyarakat. "Akan ada banyak orang mengikutinya. Karena itu bisa dibilang kondisi kesehatan publik kita dipukul mundur beberapa dekade," ungkap Sekretaris Jenderal Asosiasi Kanker Norwegia Anne Lise Ryel.


Picu Kontroversi, Menkes Norwegia Bebaskan Orang Merokok dan Minum Alkohol
(fds/up)