Minggu, 12 Mei 2019 14:23 WIB

Cacar Monyet yang Gemparkan Singapura Beda dengan Impetigo pada Anak

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Satu kasus cacar monyet ditemukan di Singapura (Foto: thinkstock) Satu kasus cacar monyet ditemukan di Singapura (Foto: thinkstock)
Jakarta - Temuan satu kasus monkeypox atau cacar monyet di Singapura membuat nama penyakit ini trending di mesin pencari Google. Hati-hati memilah informasi, jangan sampai salah paham.

Coba saja telusuri kata kunci 'cacar monyet', lalu amati informasi yang muncul di halaman pertama. Pantauan detikHealth pada Minggu (12/5/2019) sekitar pukul 14.00 masih ada laman informasi yang menyebut cacar monyet sebagai istilah lain dari Impetigo bulosa, penyebab gatal-gatal pada anak.

Salah satu hasil pencarian 'cacar monyet' di Google mengarahkan pada artikel tentang impetigo, kondisi kulit yang menyebabkan anak gatal-gatal.Salah satu hasil pencarian 'cacar monyet' di Google mengarahkan pada artikel tentang impetigo, kondisi kulit yang menyebabkan anak gatal-gatal. Foto: internet


Walau punya sebutan yang sama, 'cacar monyet' yang menggemparkan Singapura kali ini tidak memiliki keterkaitan dengan impetigo yang dalam keseharian orang awam juga dikenal dengan istilah 'cacar monyet'. Penyebab dan gejalanya sama sekali berbeda.

Cacar monyet yang menggemparkan Singapura adalah Human Monkeypox (MPX) yang disebabkan oleh virus orthopoxvirus. Ditemukan pertama kali pada monyat di tahun 1958, walau belakangan diketahui bahwa tupai, tikus, maupun hewan lain, bisa menjadi host alaminya.

Selengkapnya tentang perbedaan cacar monyet dan impetigo bisa dibaca DI SINI.


Cacar monyet atau Human Monkeypox (MPXV) menurut WHO.Cacar monyet atau Human Monkeypox (MPXV) menurut WHO. Foto: internet


Dalam sebuah wawancara dengan detikHealth, dr Kardiana Purnama Dewi, SpKK dari RS Pondok Indah menyebut gejala cacar monyet antara lain berupa demam, badan tidak enak, flu, dan bintik kemerahan di kulit.

"Dikatakan berbahaya sih tidak, tapi tergantung lagi sama daya tahan tubuh penderitanya, jadi agar tidak tertular selalu menjaga daya tahan tubuh dan usahakan hindari kontak langsung dengan penderita," jelasnya.

Di Singapura baru-baru ini, monkeypox atau cacar monyet ditemukan untuk pertama kalinya pada seorang warga Nigeria berusai 38 tahun yang baru tiba dari negara tersebut pada April 2019. Disebutkan 23 orang sempat melakukan kontak fisik dengan pria tersebut.

(up/up)
News Feed