Jumat, 17 Mei 2019 03:12 WIB

Bangun Sahur Badan Terasa Lemas? Ini 5 Kemungkinan Penyebabnya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Susah bangun atau bangun dalam kondisi pusing sama-sama tidak enak (Foto: iStock) Susah bangun atau bangun dalam kondisi pusing sama-sama tidak enak (Foto: iStock)
Jakarta - Saat bangun tidur, normalnya memang butuh beberapa waktu untuk 'mengumpulkan nyawa'. Tetapi kalau waktu yang dibutuhkan terlalu lama, maka kemungkinan ada sesuatu yang salah.

Terasa lemas saat bangun tidur umumnya berhubungan dengan kualitas tidur. Durasi yang lama tidak menjadi jaminan, bahkan kebanyakan tidur justru kerap bikin seseorang bangun dalam keadaan pusing.



Dikutip dari Shape, berikut beberapa kemungkinan penyebab bangun dalam kondisi lemas meski sudah tidur cukup lama.

1. Sleep apnea
Obstructive sleep apnea adalah 'perampok' tidur. Seseorang bisa saja tidur 7-8 jam, tetapi tidak mendapat kualitas tidur yang seharusnya gara-gara kondisi ini. Dikenal juga sebagai henti napas saat tidur, sleep apnea kerap ditandai dengan ngorok atau mendengkur.

Kondisi ini disebabkan oleh menyempitnya saluran napas saat tidur yang berdampak pada berkurangnya kualitas tidur. Dalam jangka panjang, dikaitkan pula dengan berbagai masalah kesehatan seperti obesitas dan penyakit jantung.

2. Kelelahan
Olahraga umumnya punya dampak positif bagi kualitas tidur. Tetapi olahraga berat yang terlalu dekat dengan waktu tidur pada beberapa orang bisa mengganggu kualitas tidur. Adrenalin yang meningkat menyebabkan fase tidur berantakan.



3. Pengaruh kafein
Kebiasaan minum teh atau kopi sebelum tidur sebaiknya dibatasi bila kerap bangun dalam kondisi tidak segar. Menurut penelitian di jurnal Clinical Sleep Medicine, asupan kafein 6 jam sebelum tidur berakibat pada gangguan pola tidur pada malam hari. Beri jarak yang cukup dengan waktu tidur bila hendak minum kopi agar tubuh punya waktu untuk memetabolisme kafein.

4. Keracunan gadget
Kebiasaan lain yang harus dihindari sebelum tidur adalah berlama-lama menggunakan ponsel maupun gadget lainnya. Teknologi dengan emisi sinar biru terbukti menekan produksi melatonin, hormon yang dibutuhkan untuk mengantuk. Tidur dalam kondisi demikian akan mempengaruhi siklus tidur-bangun yang salah satu dampaknya adalah bangun dalam kondisi tidak bugar.

5. Bruxism
Gigi beradu saat tidur? Beberapa orang mengalaminya dan kerap tidak menyadarinya. Menurut para ahli, kondisi yang dikenal sebagai bruxism ini bisa memicu nyeri pada rahang serta sakit kepala yang akan sangat mengganggu kualitas tidur.

(up/up)
News Feed