Minggu, 02 Jun 2019 02:30 WIB

6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Sahur Agar Puasa Sambil Mudik Lancar

Firdaus Anwar - detikHealth
Beberapa pemudik yang ingin tetap puasa mungkin harus sahur di tengah perjalanan. (Foto iustrasi: iStock) Beberapa pemudik yang ingin tetap puasa mungkin harus sahur di tengah perjalanan. (Foto iustrasi: iStock)
Jakarta - Menjelang lebaran ada beberapa orang yang memilih mudik sambil tetap menjalankan puasa. Hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri karena bila perjalanan mudik yang ditempuh cukup jauh artinya ketahanan tubuh kita akan diuji.

Oleh karena itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan bila ingin lancar mudik sekaligus berpuasa mulai dari sahurnya. Menteri Kesehatan Nila Moeleok menyebut asupan saat sahur harus benar-benar dijaga agar tubuh tidak kekurangan stamina atau dehidrasi yang berisiko mengganggu kesehatan.

Berikut 6 hal penting yang harus diperhatikan saat harus sahur di tengah perjalanan mudik seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber.


1. Kecukupan air
Untuk mencegah dehidrasi maka kita harus memenuhi kebutuhan air tubuh dan hal ini mungkin biasa dihadapi saat sahur hari-hari biasa sebelumnya. Namun ketika mudik kesadaran untuk memenuhi kecukupan air jadi lebih penting karena bila kurang atau berlebihan bisa berpengaruh pada kenyamanan perjalanan.

Kurang minum air dapat membuat tubuh dehidrasi yang menurut beberapa ahli dapat menurunkan konsentrasi. Hal ini tentu berbahaya terutama bila seseorang mengemudikan kendaraan.

Sementara bila terlalu banyak minum air maka ginjal secara alami akan berusaha menjaga keseimbangan cairan tubuh dengan memproduksi ekstra urine. Dampaknya kita bisa jadi lebih sering mencari tempat berhenti karena kebelet kencing.

Dalam kondisi normal dokter spesialis gizi klinik dr Dian Permatasari, MGizi, SpGK, merekomendasikan minum dua gelas air putih saat sahur.

2. Hindari kopi untuk usir kantuk
Ketika kamu harus sahur di tengah perjalanan mudik dan merasa mengantuk, maka sebaiknya gunakan kesempatan tersebut untuk istirahat. Jangan mengandalkan kopi atau minuman energi lainnya karena tidak bisa menggantikan kebutuhan tidur tubuh.

Selain itu kafein dalam kopi bersifat diuretik sehingga akan menstimulasi tubuh untuk menghasilkan lebih banyak urine. Dampaknya akan terasa saat puasa karena mendorong risiko terjadi masalah kurangnya cairan tubuh.


3. Konsumsi buah kaya air
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, dr Anung Sugihantono, MKes, punya tips bagi yang ingin mudik sambil berpuasa yaitu dengan menyiapkan bekal buah kaya air. dr Anung sendiri biasa membawa buah jambu atau jeruk yang bisa dikonsumsi saat perjalanan.

4. Karbohidrat kompleks, serat dan protein
Menu untuk sahur di tengah perjalanan mudik usahakan mengandung karbohidrat kompleks, serat dan protein. Saran ini sebetulnya berlaku juga untuk puasa sehari-hari namun lebih penting lagi untuk diterapkan kala puasa sambil mudik.

Karbohidrat kompleks seperti pada beras merah, roti gandum, sereal, dan oatmeal akan lebih lama dicerna oleh tubuh sehingga bisa memberikan kita rasa kenyang lebih lama. Begitu juga dengan serat yang biasa ada pada buah dan sayur serta protein dari lauk.

5. Hindari makanan tinggi lemak
Kementerian Kesehatan RI menyebut agar orang-orang menghindari makanan tinggi lemak dan kalori seperti hidangan bersantan. Tujuannya untuk menjaga stamina agar terjaga selama berkendara.

6. Minum obat
Bagi beberapa orang dengan kondisi penyakit tertentu yang harus dikendalikan rutin jangan lupa untuk membawa obat kala mudik dan dikonsumsi saat sahur.

(fds/up)