Minggu, 02 Jun 2019 14:47 WIB

Seputar Kanker Darah Ani Yudhoyono, Tak Mengenal Stadium dan Fakta Lainnya

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Jenazah Ani Yudhoyono saat disemayamkan di KBRI Singapura. (Foto: Antara Foto) Jenazah Ani Yudhoyono saat disemayamkan di KBRI Singapura. (Foto: Antara Foto)
Jakarta - Hj Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono meninggal dunia. Istri dari mantan presiden RI ke-6 itu menghembuskan napas terakhirnya usai berjuang melawan kanker darah. Ani mengembuskan napas terakhir di National University Hospital (NUH), Singapura. Informasi tersebut pertama kali didapatkan dari akun Twitter politikus Demokrat Andi Arief.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Telah meninggal dunia Ibu Ani pada pukul 11.50 waktu Singapura. Semoga almarhumah husnul khotimah," tulis Andi Arief.



Berikut ini adalah fakta seputar kanker darah seperti dirangkum detikHealth.

1. Tidak mengenal stadium

Kanker identik dengan tingkatan stadium 1-4 yang berdasarkan dari luas dan penyebaran tumor. Namun kanker darah, termasuk leukemia, adalah penyakit yang tidak mengenal istilah stadium seperti halnya pada jaringan padat.

"Jadi sebetulnya leukemia itu tidak ada golongan 1, 2, 3, dan 4. Penggolongan leukemia itu diukur apakah dia standard-risk, high-risk, atau very high-risk," kata spesialis hematologi onkologi anak Dr dr Rini Purnamasari dari RSUD Tangerang.

2. Sering menyerang anak

Meski leukemia bisa menyerang siapa saja, secara statistik penyakit ini lebih sering diidap anak-anak dan orang tua. Kementerian Kesehatan RI pernah menyebut hampir sekitar 60 persen kasus kanker pada anak-anak adalah leukemia. Sementara pada orang tua leukemia yang banyak menyerang adalah kasus leukemia akut.

"Jenis kanker terbanyak yang menyerang anak adalah leukemia, di Indonesia nomor kedua terbanyak adalah retinoblastoma (kanker bola mata), tapi kanker jenis lainnya bisa saja menyerang," terang Dr Edi Setiawan Tehuteru, SpA(K), MHA, IBCLC, saat ditemui detikHealth beberapa waktu lalu.

3. Belum ada skrining yang efektif untuk deteksi dini

Tes skrining seperti mammogram untuk kanker payudara dan kolonoskopi untuk kanker kolorektal dapat membantu dengan deteksi dini dan pencegahan kanker. Meskipun para ilmuwan sedang meneliti cara untuk mencegah atau mendeteksi semua kanker pada tahap awal mereka, belum ada skrining yang cukup efektif untuk kanker darah saat ini. Akibatnya, orang biasanya tidak tahu ada yang salah sampai mereka mengalami gejala, dikutip dari National Foundation for Cancer Research.

4. Terbagi menjadi beberapa jenis

Bahkan untuk kanker darah leukemia sendiri bisa dibagi lagi ke dalam beberapa sub-jenis berikut:

-Acute lymphoblastic leukemia (ALL) terjadi ketika sel darah putih abnormal terbentuk dan menyebar di sumsum tulang dengan cepat.

-Chronic lymphocytic leukemia (CLL) yang butuh bertahun-tahun untuk menyebar.

-Acute myeloid leukemia (AML) ketika sel darah putih, merah, dan platelet abnormal menyebar cepat.

-Chronic myeloid leukemia (CML) yang awalnya tumbuh dengan lambat, memengaruhi sel sumsum tulang yang memproduksi darah, kemudian menyebar ke darah itu sendiri. (ask/up)