Minggu, 02 Jun 2019 16:15 WIB

Faktor Risiko Kanker Darah, Penyakit yang Diidap Ani Yudhoyono

Rosmha Widiyani - detikHealth
Jenazah Ani Yudhoyono diserahkan ke pemerintah untuk dimakamkan secara militer di TMP Kalibata. (Foto: Grandyos Zafna) Jenazah Ani Yudhoyono diserahkan ke pemerintah untuk dimakamkan secara militer di TMP Kalibata. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Ani Yudhoyono semasa hidupnya tak pernah menyerah melawan kanker darah, hingga berpulang pada Sabtu (1/5/2019). Ibu Negara periode 2004-2014 tersebut tak lupa olahraga dan mengingatkan penyintas kanker lain tetap semangat.'

"Let's fight cancer together!" tulis Bu Ani dalam salah satu unggahan Instagramnya.



Dikutip dari situs Blood-Cancer, beberapa hal ternyata menjadi faktor risiko umum kanker darah. Faktor risiko ini kerap ditemui pada berbagai jenis kanker darah. Berikut penjelasannya.

1. Jenis kelamin

Beberapa jenis kanker darah lebih sering ditemui pada laki-laki daripada perempuan. Namun bukan berarti perempuan tidak akan mendapat kanker darah. Statistika hanya mengindikasikan kemungkinan seorang laki-laki mengalami kanker yang lebih besar dibanding perempuan.

2. Paparan radiasi

Paparan radiasi untuk pengobatan penyakit lain bisa meningkatkan risiko mengalami kanker darah. Efek radiasi terhadap kanker darah dipelajari pada korban bom atom di Jepang. Secara umum, makin sering paparan dan dosis radiasi yang diberikan maka risiko mengalami kanker darah semakin besar.



3. Paparan terhadap zat kimia tertentu

Zat kimia tertentu, termasuk yang digunakan pada kemoterapi ternyata bisa meningkatkan risiko terkena kanker darah. Salah satu zat kimia yang sudah terbukti meningkatkan risiko kanker darah adalah benzena. Zat ini bisa ditemukan pada asap rokok, produk pembersih, deterjen, lem, peluntur cat, dan komponen untuk membuat karya seni.

4. Sejarah keluarga

Memiliki anggota keluarga dekat yang mengalami kanker darah, meningkatkan risiko terkena penyakit serupa di masa mendatang. Keluarga dekat yang dimaksud adalah orangtua atau saudara kandung. Beberapa sindrom yang bisa diturunkan ternyata juga meningakatkan risiko terkena kanker darah misal Fanconi anemia, Bloom syndrome, dan Schwachman-Diamond syndrome.

5. Kondisi khusus

Kondisi ini merujuk pada faktor risiko pada subtipe kanker darah tertentu. Faktor risiko ini belum tentu berlaku bagi subtipe kanker darah lain. Misal, riset telah menunjukkan paparan zat Agent Orange selama perang Vietnam berisiko mengakibatkan kanker darah subtipe chronic lymphocytic leukemia (CLL).

(Rosmha Widiyani/up)
News Feed