Minggu, 02 Jun 2019 19:17 WIB

Antisipasi Biar Nggak Mabuk Laut, Bawa 'Minyak Sakti' dan Obat-obatan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pemudik kapal laut. (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono) Pemudik kapal laut. (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta - Mahalnya harga tiket pesawat membuat sebagian orang memutuskan untuk pulang kampung dengan moda transportasi laut. Perjalanan laut yang memakan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari membuat penumpangnya rentan mabuk.

Demikian pula yang dialami oleh Sasa, yang pada mudik kali ini menggunakan moda transportasi kapal laut untuk pertama kalinya dan terus-terusan mengalami mabuk laut.

"Agak lumayan mabuk, ngerasa pusing ringan saja sih," katanya kepada detikHealth melalui pesan singkat, Sabtu (1/6/2019).

Gadis yang berprofesi sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta ini mengatakan sebagai tindakan antisipasi biar mabuknya tidak terus-terusan, dia selalu membawa perbekalan yang sekiranya dapat meringankan gejala yang ia alami.



"Kalau perjalanan jauh begini selalu ingat bawa obat obatan, obat sakit kepala masuk angin dll. Jangan lupa juga makanan makanan ringan buat isi perut kalau kosong, atau lagi sakit kepala. Kalau bisa juga sediakan bantal kepala tidur biar lebih nyaman tidur selama diperjalanan," tambahnya.

Hal senada dituturkan oleh Fadhlu yang juga baru pertama kali mencoba mudik dengan menggunakan kapal laut. Meski tidak mengalami mabuk seperti yang dialami Sasa, dia tetap membawa persediaan agar tidak mengalaminya.

"Persiapan naik kapal laut itu minyak kayu putih, minyak tawon, tolak angin, air mineral secukupnya," tuturnya.

Selain itu, sebagai antisipasi ia juga berjalan-jalan di sekitar kapal. Selain untuk mendapatkan udara segar, hal ini ia lakukan agar tidak merasakan goncangan di area kapal.

"Jalan-jalan ke dek kapal karena kalo di bunkernya itu goyangannya terasa sekali," pungkasnya.

(kna/up)