Selasa, 18 Jun 2019 17:49 WIB

Pada Anak Laki-laki, Sunat Paling Dianjurkan di Usia Ini

Widiya Wiyanti - detikHealth
Puluhan anak-anak kurang mampu yang berada di kawasan Pancoran dan sekitarnya dikhitan massal gratis. (Foto: Lamhot Aritonang) Puluhan anak-anak kurang mampu yang berada di kawasan Pancoran dan sekitarnya dikhitan massal gratis. (Foto: Lamhot Aritonang)
Topik Hangat Si Kecil Minta Sunat
Jakarta - Jelang libur sekolah, pasti banyak anak laki-laki yang dijadwalkan untuk menjalani tindakan sirkumsisi atau sunat atau khitan. Sunat merupakan prosedur membuang kulit prepusium penis atau lebih dikenal dengan kulup.

Kebanyakan anak di Indonesia menjalani tindakan sunat saat duduk di bangku sekolah dasar atau usianya menginjak 10-12 tahun. Ada pula yang sudah berani melakukannya saat usia 5 tahun.

Lantas, apa ada usia yang dianjurkan oleh ahli untuk seorang anak disunat? Dokter spesialis bedah saraf dari Rumah Sunat dr Mahdian Nur Nasution, SpBS menyebutkan bahwa lebih baik seorang anak disunat saat usianya di bawah 40 hari.



"Lebih cepat lebih baik di bawah 40 hari. Manusia sejak bayi hingga dewasa masa tumbuh kembang (paling baik) saat bayi. Waktu-waktu pertumbuhan selnya cepat di usia bayi," ujarnya saat ditemui di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (18/6/2019).

dr Mahdian menambahkan, proses regenerasi pada saat bayi lebih cepat dibandingkan pada saat anak-anak atau dewasa. Luka yang terjadi pada saat bayi akan lebih cepat sembuh.

"Tapi kalau usianya 1 tahun sudah aktif jalan, ada kesulitan kita menjaganya. Pake klamp nanti bisa ditarik, ada jahitan digaruk-garuk. Pas tidur itu berisiko adanya gesekan," jelasnya.

"Yang paling bagus sebelum dia tengkurep, sebelum 6 bulan lah paling baik. Sudah satu tahun sudah bisa pegang-pegang sendiri tapi belum mengerti," tandas dr Mahdian.



(wdw/up)
Topik Hangat Si Kecil Minta Sunat