Sabtu, 06 Jul 2019 14:07 WIB

Ngidam Kol Goreng Tapi Ingin Tetap Sehat? Ini Tipsnya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi kol goreng. Foto: Istimewa Ilustrasi kol goreng. Foto: Istimewa
Jakarta - Kol goreng yang enak banget mungkin menjadi menu favorit sebagian penduduk Indonesia. Meski sudah mengetahui risikonya, pesona kol yang digoreng dengan banyak minyak yang sudah digunakan berulang kali mustahil ditolak.

Menanggapi hal tersebut, ahli gizi olahraga dan kebugaran Mochammad Rizal dari Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA) mengatakan gorengan sebetulnya bisa dibuat lebih sehat. Tips ini bisa digunakan untuk membuat kol goreng atau bahan lain supaya lebih crunchy.

"Bisa dicoba teknik sautee yang menggunakan sedikit minyak dan panas yang tinggi dalam waktu yang singkat. Sautee menjadi alternatif pengganti deep fry yang perlu banyak minyak. Selain teknik yang diganti, gunakan juga minyak yang relatif stabil dalam suhu tinggi supaya tidak cepat berubah menjadi lemak trans," kata Rizal.



Menurut Rizal, kol goreng atau menu gorengan lain, tidak sepenuhnya berisiko bagi kesehatan. Riset membuktikan kandungan antioksidan fenol meningkat pada sayuran yang digoreng, terutama yang menggunakan extra virgin coconut oil (EVOO). Peningkatan ini didapatkan dari penyerapan fenol dalam kandungan minyak.

Namun peningkatan fenol tidak sebanding dengan tingginya kandungan lemak, pada gorengan yang dimasak dengan minyak dengan lemak trans. Kandungan lemak trans diperoleh dari lemak dalam minyak yang berubah karena suhu tinggi. Sautee menjadi alternatif supaya tubuh masih bisa mendapat antioksidan fenol, tanpa perlu menyerap kandungan lemak.



Simak Video "Cara Makan Gorengan Tanpa Bikin Kolesterol Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/wdw)