Rabu, 10 Jul 2019 09:00 WIB

Tips Dokter Memilih Laboratorium untuk Medical Check Up Rutin

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi medical check up. (Foto: shutterstock) Ilustrasi medical check up. (Foto: shutterstock)
Jakarta - Pemeriksaan kesehatan atau medical check up sudah mulai menjadi tren positif di Indonesia. Medical check up ini sangat bermanfaat untuk mendeteksi penyakit-penyakit yang tidak bergejala, seperti kanker paru yang biasanya terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut.

Untuk melakukan medical check up, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah tempat untuk melakukannya, yaitu laboratorium. Menurut dokter patologi klinik dari RS St. Carolus, dr Betia M. Bermawi, SpPK, memilih laboratorium untuk medical check up harus yang dapat memenuhi keamanan pasien.

Laboratorium yang dipilih juga harus memiliki kredibilitas yang baik melalui quality control oleh internal laboratorium itu sendiri maupun pihak eksternal.



"Paling mudah lihatnya di lembar hasil tertulis laboratorium itu sudah melakukan standar operasional yang benar atau tidak. Biasanya laboratorium boleh mencantumkan logo dari yang melakukan akreditas itu. Kita pilih yang seperti ini," ujarnya saat ditemui di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Selasa (7/9/2019).

Selain itu, sebisa mungkin pilih laboratorium yang memiliki standar teknologi yang cukup canggih, tujuannya agar pemeriksaannya lebih tepat dan akurat.

"Menunjang kebutuhan pasien dengan standar akurasinya yang semakin baik," tandas dr Betia.



Simak Video "RSUD Banjar Layani Penyakit Jantung Peserta BPJS Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)