Rabu, 10 Jul 2019 10:21 WIB

Tidur dengan Plester Mulut Seperti Andien, Adakah Manfaatnya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Teknik pernapasan Buteyko yang akhir-akhir ini dilakukan oleh penyanyi Andien dan keluarga menyebut bernapas hanya dengan hidung atau melakban mulut ketika tidur bisa membuatnya menyingkirkan beberapa masalah yang kerap kali ia alami.

"Latihan buteyko breathing yang saya rasakan banyak manfaatnya. tapi mungkin kalo belum punya kesempatan itu, mulai dengan memplester mulut ketika tidur," tulis Andien di instagram story miliknya.

Beberapa sumber menyebut bernapas terlalu intens yang seringnya dilakukan lewat mulut dianggap menjadi penyebab terjadinya gangguan tidur pada beberapa orang. Di antaranya:

- Ngorok
- Sleep apnea
- Tidur terganggu
- Gejala asma waktu malam
- Kelelahan ketika bangun
- Mulut kering
- Batuk, sesak napas atau hidung tersumbat



Buteyko breathing adalah teknik pernapasan yang mengajarkan cara mengembalikan volume pernapasan ke normal atau menghindari terjadinya hiperventlasi kronis. Dikutip dari Buteyko Clinic, jika ingin tidur lebih baik dan bangun dengan perasaan bersemangat, lakukan teknik pernapasan buteyko atau bernapas hanya dengan hidung untuk memperkuat saluran udara bagian atas.

Agar hidung bisa bernapas dengan efektif, beberapa orang dengan menempelkan mulut mereka dengan selembar kertas medis yang disebut Micropore atau diplester.

Meski teknik tersebut diklaim mampu menyembuhkan penyakit tidur, praktisi kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RSPGT, menuturkan bahwa sleep apnea atau gangguan tidur tidak bisa diobati hanya dengan memplester mulut saja.

"Sleep apnea ya kalau sudah ada gangguan napasnya tidak mungkin teratasi hanya dengan merapatkan mulut. Jadi harus dibedakan mengatasi dengkuran dengan mengatasi sleep apnea," katanya kepada detikHealth, Rabu (10/7/2019).

Menggunakan plester untuk menutupi mulut ketika tidur mungkin bisa berhasil pada mereka yang memiliki kebiasaan ngorok. Namun jika mengidap gangguan tidur lain, ada langkah medis tertentu yang harus diterapkan.

"Kalau mengatasi suara dengkuran banyak caranya tetapi untuk sleep apnea ya kita harus mengikuti tata laksana dokter," pungkasnya.



Simak Video "Lebih Baik Tidur dengan Lampu Terang atau Temaram?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)