Jumat, 12 Jul 2019 10:00 WIB

Orang-orang dengan Kondisi Ini Tak Disarankan Tidur dengan Mulut Diplester

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ada sebagian besar orang yang akan berisiko saat tidur dengan plester mulut. (Foto: iStock) Ada sebagian besar orang yang akan berisiko saat tidur dengan plester mulut. (Foto: iStock)
Jakarta - Tidur dengan mulut diplester masih menjadi topik hangat yang dibicarakan netizen. Meski para ahli telah menyatakan tidur dengan mulut diplester tidak memiliki bahaya tertentu, ada sebagian besar orang yang akan berisiko ketika mencoba kebiasaan tersebut.

"Orang-orang yang berisiko ketika menutup mulut saat tidur biasanya orang dengan penyakit paru kronik. kadang-kadang ia membutuhkan back-up (pernapasan-red) lewat mulut lho," kata spesialis paru dari Omni Hospital Pulomas, dr Frans Abednego Barus, SpP, saat dihubungi detikHealth, Jumat (12/7/2019).

Orang yang memiliki penyakit paru-paru obstruktif kronik (PPOK) terkadang membutuhkan pernapasan melalui mulut agar bisa bernapas lebih baik. Sebab ketika mengidap PPOK, terdapat sumbatan saluran napas sehingga membutuhkan upaya yang lebih terutapa saat ekspirasi atau mengeluarkan napas.


"Tapi itu tidak terus-terusan, hanya sesekali macam kita tarik napas panjang itu lho," sebutnya.

Selain itu, jika kamu sedang flu atau memiliki sinus ada baiknya untuk tidak ikut-ikutan mencoba tidur dengan mulut diplester. Saat sedang flu atau mengalami sumbatan pada hidung, bernapas tidak akan leluasa dan jika kedua jalan napas ditutup, seseorang akan merasa sangat tidak nyaman.

"Ketika lagi flu, terjadi sumbatan hidung, polip membesar, terjadi bindeng atau kelenjarnya membesar kan napas nggak leluasa makanya di back up dengan pernapasan mulut. Nah kalau ditutup gimana? Nggak bisa tidur dia. Jadi kalau penutupan mulut pada saat tidur membuat gangguan napas, pasti nggak bisa tidur," pungkas dr Frans.



Simak Video "Lebih Baik Tidur dengan Lampu Terang atau Temaram?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)